Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Kacamata untuk Nafisa
Dokumentasi Penulis

Kacamata untuk Nafisa

Aku memiliki 3 putri. Putri pertama di kelas VII madrasah tsanawiyah dan putri kedua kelas IV dan III di madrasah ibtidaiyah. Putri keduaku bernama Fahmida Mulyasyahmin Nafisa (biasa dipanggil Nafisa). Sudah menjadi hal biasa saat putri kami pulang, kami tanya terkait aktivitas selama di madrasah. Nafisa sering curhat terkait saat membaca tulisan tidak terlihat jelas.

Saat proses belajar di madrasah Nafisa sering mengeluh karena tulisan di whiteboad tidak terbaca. Seringnya Nafisa maju ke depan karena tulisan buram tidak terbaca. Bahkan suatu ketika, Nafisa menangis karena saat ke depan oleh gurunya dilarang untuk ke depan. Padahal tulisan tersebut sebagai bahan untuk ulangan. Benar saja saat ulangan nilanya sangat rendah alasanya, tulisan tidak terbaca karena tidak boleh ke depan saat gurunya mengajar. Sampai saya japri gurunya untuk memaklumi kondisi penglihatan putri saya.

Sering saya sampaikan kepada Nafisa mengajaknya untuk memeriksakan ke dokter mata. Tetapi Nafisa selalu menolak. Berbagai bujuk rayu dilakukan tetap saja tidak berhasil. Sampai suatu ketika saya ajak untuk jalan-jalan. He..he...saya ajak untuk memeriksa kondisi matanya. Sedikit saya memaksanya. Mata kirinya minus 1,5 sedangkan yang kanan silinder dua. Pantas saja pikir saya penglihatannya selama ini mengalami gangguan.

Saya dan istri tidak berkacamata. Biasanya gangguan penglihatan pada anak sifatnya turunan. Tetapi anak pertama dan ketiga saya juga tidak menggunakan kacamata. Saya mencoba bertanya saat pemeriksaan apa penyebab gangguan pada mata anak saya tersebut. Ternyata banyak faktor mulai dari radiasi cahaya gawai, membaca sambil tiduran, menonton TV terlalu dekat dan sambil tiduran, membaca dalam kondisi gelap, sering mengkucek mata, dan faktor lainnya. Dari kesemua faktor penyebab tersebut Nafisa memang kutu buku. Jika sudah membaca bisa dilakukan berjam-jam dengan kondisi apapun. Jika ada saya selalu diingatkan untuk membaca dengan posisi yang benar.

Akhirnya saya ajak ke optik sesuai dengan hasil pemeriksaan. Memilih kacamata yang cocok dan akhirnya dipilihkan sesuai kesukaannya. Semoga nak dengan bantuan kacamata dapat mengatasi kesulitan saat sedang belajar di kelas sehingga tidak lagi menghambat proses belajarnya karena masalah penglihatan. Saya perhatikan, Nafisa sangat senang. Selama ini hobi membacanya kembali tersalurkan karena gangguan penglihatannya teratasi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah, kakak Nafisa tambah cantik dengan kaca matanya.

08 Nov
Balas

Iya bunda. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Terimakasih atas apresiasi dan komentarnya. Barakallah bunda

08 Nov

Wah seperti saya Pak. Minus 1,5 dan plus 1,5, hehehe. Makin cantik kok. Sukses selalu dan barakallahu fiik

08 Nov
Balas

Iya bunda. Terimakasih bunda atas komentar dan apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat bunda Vivi

08 Nov
search