Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Waspadalah Berjuang untuk Cinta di Media Sosial
kelas cinta.com

Waspadalah Berjuang untuk Cinta di Media Sosial

Zaman now waspadalah bermedia sosial. Bagaimana tidak, media sosial ibarat pisau bermata dua. Ada sisi positif juga sisi negatif.

Jika Anda masih jomblo waspadalah bermedia sosial. Semisal ingin mencari jodoh melalui media sosial harus mengetahui aturan tidak tertulisnya. Mengapa demikian banyak sekali modus penipuan bermotif asmara di media sosial.

Walaupun saya tidak menampikkan ada juga yang berhasil mendapatkan jodoh melalui media sosial. Semisal teman saya yang berkenalan di media sosial, lalu bertemu, merasa cocok akhirnya menikah dan langgeng sampai saat sekarang.

Beda lagi kasusnya dengan rekan saya yang lain. Bermedia sosial tujuannya mencari jodoh, eh ternyata tertipu dengan adanya PHP (pemberi harapan palsu) terbuai janji palsu sehingga tertipu puluhan juta dengan modus membantu calon pendamping hidup.

Lalu seperti apa modusnya? Foto profilnya mengunakan foto yang rupawan. Bisa memang penipunya rupawan atau menggunakan foto profil orang lain untuk memikat korbannya. Bahkan bisa juga menggunakan atribut keagamaan.

Jika mereka direspon si calon korban, lalu mencoba berinteraksi dengan kemampuan merayu tingkat dewa. Berbagai metode pendekatan dilakukan supaya korban tertarik.

Apa yang tidak bisa dilakukan di era sekarang mulai dari editing foto dan penggalan video sesuai dengan kebutuhan. Jika korban terpancing lalu memakan umpan, mereka akhirnya menjebak korbannya sehingga mampu meninggalkan jejak digital untuk melakukan pemerasan.

Sampai kapan itu akan berakhir? Pada akhirnya kembali kepada pribadi si korban. Apakah mampu keluar dari masalah yang dihadapinya atau tidak. Rata-rata beberapa korban terdoktrinisasi supaya korban tidak bercerita kepada siapapun.

Waspadalah bermedia sosial. Tidak tega rasanya ketika seseorang harus terjebak pada kondisi bermasalahan dengan orang lain di media sosial dan menjadi korban penipuan. Bisa kehilangan uang, bisa pemerasan, dan tindak kejahatan media sosial lainnya. Waspadalah bermedia sosial!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Benar sekali Pak Mulya. Kerabat saya ada yang tertipu sampai ratusan juta bahkan sampai menjual rumah. Dia tidak pernah mau menceritakan kpd keluarga yang lain hingga terbongkar saat akan menjual rumah. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal demikian. Sukses selalu Pak Mulya. Barakallah

19 Nov
Balas

Iya bunda, menangis saya melihat kondisi teman saya. Sudah habis-habisan. Mencoba menanyakan sulit untuk mendapatkan informasi dari beliau. Pada akhirnya informasi itu saya dapatkan dari orang dekatnya yang dimintai tolong sebagai tempat meminjam uang. Mudah-mudahan melalui tulisan ini bisa mengingatkan untuk selalu waspada dalam menggunakan media sosial. Terima kasih atas komentar dan apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

21 Nov
search