Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Diklat Pelangi

Diklat Pelangi "Berbeda tetapi Satu Jua"

Saya bertugas di MAN 2 Tangerang (MANDUTA), salah satu kabupaten di Provinsi Banten. Satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Provinsi, Banten. Pada tanggal 11 November 2019, saya mendapatkan tugas dari kekementerian agama provinsi untuk mewakili Banten pada kegiatan Diklat Teknis Substantif (DTS) Ujian Nasional (UN) Geografi se Indonesia di Kampus Pusdiklat Tenaga Teknis di Ciputat, Tangerang Selatan Banten. Pada kesempatan ini saya bisa dikatakan sebagai tuan rumah.

Peserta diklat terbatas hanya 1 orang dari masing-masing provinsi di Indonesia. Pesertanya hanya berjumlah 34 orang dari Nangroe Aceh Darussalam (NAD) sampai dengan Papua. Peserta diklat semuanya adalah guru geografi MA di bawah naungan Kementerian Agama. Bisa dibayangkan bagaimana suku bangsa dan ras menyatu dalam kegiatan ini, ibarat pelangi berwarna warni. Berbeda tetapi satu jua yaitu guru geografi MA dibawah kementerian agama.

Diklat dimulai sejak tanggal 13 November 2019 dan dijadwalkan akan selesai pada tanggal 23 November 2019. Jika dihitung sudah 3 hari berlalu diklat tersebut. Selama 3 hari banyak hal yang sudah dilakukan mulai dari pembukaan kegiatan dan pemberian materi kediklatan. Pelaksanaan diklat dimulai pukul 07.00 s.d malam. Diawali dengan apel pagi setiap hari dan tugas-tugas dari pembicara baik dari pejabat kementerian agama, widyasuara, maupun pembicara dari luar Kementerian Agama.

Selama diklat kami sudah sosialisasi karena materi pertama adalah Building Learning Commitment (BLC) seolah sudah menjadi kurikulum wajib saat diklat diberikan materi ini tujuannya untuk mengenal satu sama lain, membuat komitmen kelompok bersama untuk sukses dalam proses diklat. Setelah materi tersebut para guru mulai mengenal satu sama lain. Berbagi cerita keadaan madrasah tempat bertugasnya serta lingkungan sekitar. Logat-logat bahasa daerah sangat begitu kentara terutama para peserta dari wilayah timur seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua.

Belajar bersama dalam keberagaman sungguh luar biasa. Menyatukan kebhinekaan dari 34 provinsi untuk maju bersama. Tujuannya sama terkait mempersiapkan bagaimana para guru MA se Indonesia di kementerian agama siap belajar semua hal terkait kebijakan UN, membuat soal, mendalaman materi geografi, tip bagaimana menjawab soal secara efektif, melakukan telaah materi mulai dari SKL-KI-KD-tujuan pembelajaran untuk pembelajaran di kelas sampai dengan indikator soal yang akan dirumuskan untuk membuat/memprediksi soal-soal UN sekaligus USBN.

Sejatinya ketika mendapatkan kesempatan untuk belajar jangan pernah disia-siakan. Kesempatan itu ada yang tidak datang dua kali, bisa saja hanya sekali dalam seumur hidup. Dimanapun semangat belajar harus terus digelorakan. Hidup Indonesia, hidup madrasah. Madrasah hebat madrasah bermartabat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Istimewa

19 Nov
Balas
search