Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya

Yuk Manajemen Keuangan

Nenek moyang kita dahulu mengenal barter (tukar menukar barang). Kendalanya adalah kesulitan menemukan kesamaan nilai barang yang akan ditukarkan. Guna mengatasi hal tersebut munculah uang yang dianggap sebagai suatu solusi.

Uang menjadi barang yang berharga. Sulit mendapatkannya karena harus bekerja terlebih dahulu, melakukan suatu aktivitas sehingga menghasilkan uang apakah berupa gaji bulanan, penghasilan, bonus, hadiah, dan lain sebagainya.

Memiliki uang banyak bukanlah solusi. Apalagi sedikit mempunyai uang. Uangnya itu menjadi sangat relatif. Banyak uang habis apalagi sedikit uang.

Cara yang paling bijak adalah memanajemen keuangan. Berapapun uang yang diperoleh penggunaanya harus direncanakan terlebih dahulu. Penuhi kebutuhan utama, kebutuhan rutin, baru kebutuhan tambahan. Lalu sisihkan untuk menabung yang akan digunakan untuk kebutuhan mendesak.

Ada peribahasa jangan besar pasak dari pada tiang. Mengandung makna lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan/pemasukan. Misalnya pendapatan bulannya sebesar 3 juta, akan tetapi pengeluarannya 4 juta. Minus 1 juta, dari mana akan ditutupi kekurangannya. Idealnya jika pendapatan 3 juta, pengeluaran maksimal 2,5 juta sehingga 500 ribu bisa disisihkan untuk menabung.

Hal tersebut memang tidaklah mudah, mengapa? Manusia memiliki sifat yang rakus/memiliki nafsu. Kadang otak tidak sejalan dengan kemauan. Ada sifat ketamakan, ingin dipuji, keserakahan, dan keegoisan. Sehingga banyak orang yang terlilit masalah hutang.

Solusinya lakukanlah manajemen keuangan. Jangan berlebihan dalam mengunakan uang. Tidak boros dan bijak dalam menggunakan uang. Ingat kebutuhan hidup kita bukan hanya saat ini, akan tetapi bertahun-tahun kemudian. Jika Allah memberikan umur panjang.

Manajemen keuangan bisa menggunakan buku khusus dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran. Ingat, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Teruslah bekerja bukan keras tetapi bekerja dengan cerdas. Usaha maksimal insya allah rizki akan selalu ada bagi orang yang selalu mau berusaha.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mas Mulya benar. Tapi sebentar lagi, godaan belanja gede banget. Hayo, bagaimana? Ajakan yang bagus. Salam.

13 May
Balas

Iya pak Agus, sudah dialokasikan jauh-jauh hari. Jika akan membeli upayakan jangan terlalu dekat dengan hari H. Harganya pasti melonjak drastis. Ibunya anak-anak dan anak-anak saat sekarang sudah membeli baju lebaran pak. Alhamdulillah anak-anak sudah dibiasakan menabung sejak dini. Tabungan mereka juga cukup untuk menenuhi kebutuhan mereka. Pakaian lebaran saya malah hadiah dari para siswa kelas XII. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

14 May

Bekerja dengan cerdas mengetahui pasar. InsyaAllah sukses. Barakallah Pak Mulya Al Bantany sehat selalu

13 May
Balas

Iya Abah, bawang putih misalnya sekilo di saya sudah Rp. 48.000/kg, memasak harus mengurangi penggunaan bawang putih. Jika transaksi jual beli, baiknya langsung ke orang pertama/produsen awal, itu akan jauh lebih murah, sangat setuju memang harus cerdas membaca pasar. Terima kasih atas apresiasinya sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

14 May

Tulisan yang inspiratif dan edikatif

13 May
Balas

Terima kasih pak atas apresiasinya. Saling mengingatkan saja pak Sabar Waspandi. Sehat, bahagia, dan sukses selalu.

14 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali