Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya

Mengapa Suatu Wilayah Banjir? Pasti Ada yang Salah!

Air adalah sumber kehidupan. Apakah manusia bisa hidup tanpa air? Tentunya tidak. Mengapa? Hampir semua lini kehidupan manusia membutuhkan air. Air berasal dari Allah. Hujan adalah curahan air yang merupakan rizki dari Allah. Seharusnya air memberikan banyak manfaat bukan sebaliknya.

Dalam ilmu perairan yaitu hidrologi. Kajian tentang air yang selalu berputar disebut siklus air/hidrologi. Dimana air senantiasa mengalami daur/perputaran dalam jumlah yang sama.

Siklus hidrologi adalah proses penguapan air laut, air permukaan (sungai, danau, dan rawa), dan transpirasi tumbuhan (melalu mulut daun) dan ekresi makhluk hidup karena adanya pemanasan sinar matahari. Air mengalami perubahan wujud dari cair berubah menjadi gas. Air berupa gas kita mengenalnya dengan awan. Awan akan terakumulasi pada lapisan atmosfer terendah yaitu troposfer (0-10 km). Awan akan mengalami pergerakan secara horizontal (adveksi) maupun secara vertikal (konveksi). Sehingga saat semua unsur terpenuhi, uap air berupa gas akan mengalami perubahan wujud kembali cair (air hujan) atau padat (hujan salju/es) melalui proses pendinginan (kondensasi).

Peristiwa jatuhnya segala macam bentuk curahan air hujan karena kondensasi, kita mengenalnya sebagai hujan. Itu terjadi secara terus menerus. Secara alami. Sedangkan kebutuhan air untuk memenuhi kebutuhan manusia, kita peroleh dari air permukaan dan air tanah.

Air tanah merupakan air hujan yang secara alami tersaring oleh lapisan bumi yang tersimpan dalam lapisan tanah dalam. Saat diambil kita menyebutnya dengan air tanah.

Lalu siapkah suatu daerah di bumi menerima curahan air hujan? Siap tidak siap harus siap. Hujan bisa dikategorikan dua yaitu gerimis dan lebat. Gerimis tidaklah masalah. Saat hujan lebat, lalu terjadi dalam durasi yang lama akan memunculkan masalah banjir.

Bahkan menurut Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika, hujan lebat masih akan terjadi 11 hari depan di Kalimantan dan Sulawesi (Kaltim dan Sulteng) umumnya untuk wilayah timur Indonesia. Wilayah tersebut diprediksi mengalami hujan deras dan berpotensi banjir.

Kesiapan permukaan bumi secara alami akan sangat aman menerima segala macam curahan air hujan. Sistem yang ada di Bumi adalah sistem ciptaan Allah teramat sempurna.

Saat hujan turun air akan meresap ke dalam tanah melalui rongga di tanah yang dibuat oleh akar pohon dan hewan-hewan pada tanah. Selain itu air akan memasuki aliran alami yaitu sungai dan danau dan bermuara di laut. Air-air hujan juga tertahan oleh bermilyar-milyar daun pohon, kemudian mengalir pada batang dan tubuh pohon secara bertahap. Inilah kondisi ideal yang telah Allah Swt ciptakan dalam menyambut hujan sehingga air hujan akan memberikan banyak manfaat untuk bumi.

Semuanya berubah 360 derajat. Saat kerakusan dan nafsu syahwat manusia menciptakan ketidak seimbangan terhadap alam. Pohon-pohon di tebang untuk industri kertas, pemukiman, perkebunan, dan alih fungsi lahan lainnya.

Hal tersebut menyebabkan sungai/danau mengalami pendangkalan akibat meningkatnya hasil erosi akibat air yang seharusnya meresap ke dalam tanah malah mengikis tanah. Tanah-tanah di aspal dan ditutup beton sehingga air tidak dapat meresap ke dalam tanah. Rongga pada tanah karena pergerakan akar pohon hilang karena pohonnya mati ditebang.

Lalu air akan pergi kemana? Tempat untuk air berproses tidak ada? Saat hujan turun, air tidak bisa meresap ke dalam tanah sehingga air akan terakumulasi di sungai. Sedangkan sungainya mengalami pendangkalan akibat menumpuknya hasil erosi pada dasar sungai. Pilihannya cuma satu mencari tempat di bumi yang lebih rendah, wilayah terdekat adalah di kiri dan kanan sungai. Itulah banjir, semakin deras dan lama hujan terjadi maka banjir akan semakin besar. Hukum air yaitu air akan bergerak mencari kesetimbangan, bergerak dari tempat yang tinggi mencari tempat yang lebih rendah.

Anda yang tinggal di kiri dan kanan sungai dimanapun anda berada waspadalah. Informasi terbaru di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara sedang mengalami banjir. Tinggi airnya banjir di wilayah tersebut bukan main-main setinggi atap rumah. Curah hujan yang tinggi dengan intensitas yang lama memicu terjadinya banjir.

Kapan berakhirnya banjir tersebut? Ketika air meresap ke dalam tanah atau kembali ke Sungai untuk pergi ke muara, syaratnya ketika air mengalir ke muara tidak tersumbat sampah-sampah yang di buang ke sungai.

Semoga semua pihak dapat menyikapi kondisi banjir tersebut, melakukan berbagai upaya untuk mengevakuasi korban dan membantu memberikan bantuan untuk para korban banjir di pengungsian.

Setiap orang harus mulai menyadari, apakah perbuatan yang dilakukannya berdampak terhadap kerusakkan lingkungan alam, sehingga dapat memicu banjir atau tidak. Jika sudah terjadi banjir bukan hanya pelaku perusakkan lingkungan yang akan menerima balasannya, akan tetapi berdampak pada semua orang yang ada di wilayah sekitar sungai. Sayangilah alam, jadilah orang yang peduli terhadap lingkungan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sebenarnya prinsip air itu simpel mas Mulya, selalu manuju ke arah yang lebih rendah. Maka jangan salahkan air jika ia lari dari danau, sungai bahkan laut kita. Paparan yang ilmiah. Top pokoknya.

10 Jun
Balas

Iya pak Agus apa lagi sengaja tinggal di daerah yang lebih rendah dari muka air. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

10 Jun

Paparan yang mantaps dari ahlinya. Sukses selalu dan barakallahu fiik

10 Jun
Balas

Wah jangan-jangan bosan bu Vivi membaca tuliasan saya terkait dengan ilmu bumi he..he... Terima kasih atas apresiasi dan doanya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

10 Jun

Saya Yes pak Mulya. Keseimbangan alam akan berdampak positip terhadap manusia dan lingkungan sebaliknya kerusakan akan membawa malapetaka bagi semua. Tulisan yang informatif dan ilmiah. Sehat dan sukses selalu. Barakallah

10 Jun
Balas

Terima kasih atas apresiasi dan doanya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

10 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali