Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya

Uang Baru di Favoritkan Saat Lebaran

Beda daerah beda budaya. Istri berasal dari Suku Betawi, Jakarta sedangkan saya dari Tangerang, Banten. Perihal perbedaan satu diantaranya adalah uang baru untuk anak dan para keponakkan saat lebaran. Umumnya sebagai rewed pasca berpuasa sebulan penuh.

Bagi keluarga istri seolah menjadi suatu keharusan. Mengapa demikian? Karena saat kami punya 3 anak, maka mereka diberikan uang baru saat lebaran oleh saudara istri. Alhasil saudara istri yang punya anak kecil juga kita berikan dalam jumlah sama bahkan lebih. Berlakukan simbiosis mutualisme.

Berbeda dengan di wilayah saya di Tangerang, Banten. Hal terpenting adalah bersilaturahmi bertemu para saudara dan mencicipi ragam kuliner. Pemberian uang baru saat lebaran kepada keponakkan tidak menjadi keharusan. Akan tetapi membeli baju baru seolah menjadi keharusan. Anak akan diajak langsung untuk membeli pakaian baru menjelang hari raya. Anak sangat bangga dengan baju baru yang dipakai pada hari raya.

Lalu bagi keluarga kami sudah menjadi kebiasaan. Menukarkan uang baru ke pihak bank seminggu menjelang hari Idul Fitri dengan pecahan Rp. 2.000, Rp. 5.000, Rp. 10.000, Rp. 20.000, dan Rp. 50.000. Pemberian besarannya disesuaikan dengan usia anak/para keponakkan.

Saat hadir dalam acara silaturahmi. Biasanya setelah ngobrol santai kemudian para keponakkan diminta untuk mengantri mengular lalu memegang uang baru ditangan.

Sebelum uang diberikan ditanyakan terlebih dahulu prestasi puasanya di bulan ramadan. Lalu kita siapkan pertanyaan terkait hafalan surat-surat pendek Al Quran dan doa-doa dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah anak pertama bisa menjawab pertanyakan diberikan uang pecahan kertas baru, mereka bilang "Terima kasih" lalu cium tangan. Lalu yang dibelakang berteriak pertanyaan yang gampang. Saya bilang "Baca Surat al Baqarah?" jawab keponakkan "Yah panjang ga bisa". Saya tersenyum "Bagaimana kalau ayat 1-5?" kata keponakkan "Bisa".

Ada hal yang lucu, ada keponakkan yang keluar barisan karena takut tidak bisa menjawab. Saya panggil, kemudian saya tanya "Bisanya apa? " jawabnya "Doa makan" balas aku "Iya ga apa-apa doa makan".

Lalu, setelah mereka menjawab dan diberikan uang kertas baru berikan sentuhan kasih sayang dengan memberikan sugestu ucapan. Jadi anak yang soleh/solehah, jangan tinggalkan salat, tingkat prestasi hafalan, bantu bundanya, sekolah yang rajin, pesantrennya yang baik, dan lain sebagainya disesuaikan dengan usianya. Lalu uangnya bilang sama umi/abi kalau akan digunakan untuk membeli yang bermanfaat.

Ada pembelajaran saat memberikan uang kertas baru tersebut. Bahwa untuk mendapatkan uang tersebut puasa ramadan adalah kewajiban dan untuk mendapatkan uangnya perlu ada perjuangan dan sarat pembelajaran.

Dalam melakukan aktivitas apapun hendaknya selalu ada unsur edukasi. Dari hal kecil tersebut anak/keponakkan bisa mengingat selalu sugesti positif. In Sya Allah kelak hal positif tersebut dapat mereka laksanakan. Sehingga apa yang kita lakukan sedikit ada manfaatnya. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali