Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Tradisi Lebaran di Banten, Wow
Dokumentasi Penulis

Tradisi Lebaran di Banten, Wow

Indonesia merupakan negara kepulauan. Jumlah provinsi yang sekarang yaitu 34 dengan keragaman budayanya. Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia sehingga melahirkan aneka budaya Islam yang berbeda di setiap provinsinya. Begitu halnya pasca ramadan/saat merayakan Idul Fitri.

Saya tinggal di ujung paling barat Pulau Jawa yaitu Banten. Provinsi yang dulunya menyatu dengan Jawa Barat. Sehingga budaya Jawa Barat masih begitu kental pada masyarakat Banten. Bahasa Sunda misalnya akan tetapi Sunda Banten lebih kasar karena sudah beradaptasi dengan Tangerang, Banten.

Lalu di daerah saya,Tangerang Banten bagaimana budayanya pasca ramadan/saat Idul Fitri? Budaya yang benar-benar khas mulai luntur. Saya ingat betul dahulu membuat lampu penerangan dari bambu (obor) berbahan minyak tanah, yang dipaku sejajar pada pohon depan rumah warga, sekarang hilang.

Membuat ketupat dengan mengambil daun muda di depan rumah masing-masing warga juga hilang karena pohon kelapa sudah habis ditebang.

Keliling kampung dengan obor, jalanan sudah mulai ramai kendaraan bermotor dan obor, minyak tanahnya sulit ditemukan.

Adalagi sesebluggan, yaitu bilahan bambu besar yang ruas bambu di lubangin. Pada ruas paling ujung dibeli lubang dan minyak tanah. Saat dibakar dengan api akan mengeluarkan suara keras. Semakin besar dan kering bambunya semakin nyaring suaranya.

Ada budaya yang hilang ada pula budaya lama yang dipertahankan. Lalu ada juga budaya baru yang bermunculan. Sehingga jika dirunut berikut ini budaya yang berkembang di daerah saya. Mungkin saja ada yang sama atau mungkin berbeda. Kesemuanya dilakukan pada saat hari raya Idul Fitri yaitu:

  1. Mengenakan baju baru pada hari raya
  2. Salat idul fitri berjamaah dan bersalaman dengan seluruh jamaah
  3. Menyajikan berbagai kue khas lebaran
  4. Memasak makakan terenak dan terunik saat hari raya
  5. Berkirim doa bagi keluarga yang telah wafat, setelah salat Isya pada malam hari raya
  6. Takbir semalam suntuk disertai tabuhan beduk sampai menjelang salat idul fitri. Jedanya hanya saat salat fardu.
  7. Berkumpul di keluarga anak tertua
  8. Ziarah kubur di pemakaman keluarga yang dihadari oleh seluruh keluarga besar
  9. Bersilaturahmi pada keluarga besar, tetangga, dan para kerabat
  10. Berbagi THR uang baru kepada para keponakan dan saudara
  11. Menunggu kunjungan kerabat dekat, tetangga, dan berbagai relasi
  12. Berwisata disekitar tempat tinggal
  13. Memasak makanan tradisional setelah merasa bosan dengan masakkan khas lebaran

Itulah tradisi lebaran di daerah saya. Ada kesedihan dan ada kebahagiaan. Kesedihannya ada tradisi-tradisi lebaran yang ditinggalkan karena tergerus kemajuan zaman. Bahagianya ada budaya-budaya baru, sebatas positif tidaklah masalah.

Pertanyaan besarnya adalah bagaimana dengan anak dan cucu kita? Apakah mereka masih peduli dengan tradisi lebaran yang sarat akan nilai-nilai tradisional dan silaturahmi? Semoga saja diantara mereka kelak ada pejuang-pejuang budaya/tradisi yang mau melestarikan tradisi lebaran yang positif. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali