Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya

Tidur di Bus, Mengapa Tidak!

Melakukan kegiatan wisata dari Banten menuju Jawa Timur dengan durasi waktu dibatasi maka ada sebuah resiko yaitu bermalam bersama didalam bus pariwisata. Pada akhirnya tidur diperjalanan dalam bis mengapa tidak?

Tidur baiknya ditempat khusus yaitu kasur yang empuk, ada guling, bantal, dan selimut. Ruangan tempat tidurpun mendukung untuk beristirahat. Nah permasalahanya semuanya harus berubah 360 derajat.

Tidur di kursi bus yang tidak didesain untuk tidur alhasil bukan kenyaman tidur yang diperoleh yang ada badan pegel semuanya. Tidur tidak nyenyak, saat ingin ke MCK harus menunggu bus berhenti di rest area/pom bensin/mesjid/rumah makan.

Terdesak kondisi maka suka tidak suka seseorang harus beradaptasi. Beristirahat di dalam bus adalah pilihan. Berharap segera berakhir dan istirahat kembali dalam kondisi normal.

Ketidaknyamanan saat dalam bus durasinya biasanya relatif pendek. Misalnya akan melakukan kegiatan wisata 4 malam 3 hari. 3 malam bermalam di bus, di hotel 1 malam sisanya melakukan berbagai kegiatan lainnya. Berdasarkan kasua tersebut seseorang hanya 3 malam harus beradaptasi dengan bermalam di dalam bus.

Bermalam dalam bus tidak ada yang nyaman. Walaupun demikian seeorang harus dapat menciptakan kenyaman sendiri seperti membawa bantal, sarung, kaos kaki, dan apapun yang membuat nyaman.

Bagi orang pernah merasakan tidur di bus merupakan pengalaman yang sulit untuk dilupakan. Terutama pegal-pegal pada anggota tubuh. Bagi yang belum pernah saya sangat merekomendasikan sebagai bagian dari pengalaman hidup.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hehe... tidur di dalam bus aku sudah sering pak. Memang membuat badan pegal-pegal tapi kalau dinikmati menjadi kenangan indah dan tak terlupakan. Yang aku belum, yakni menulis pengalaman tidur di bus seperti pak Mulya ini hihi...

08 Jul
Balas

Iya bu, berbagi pengalaman khususnya bagi yang belum pernah merasakan

08 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali