Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Tidak Ada Keabadian, Ramadan 20 Hari Lagi

Tidak Ada Keabadian, Ramadan 20 Hari Lagi

Hidup tidak ada keabadian. Dalam hidup apapun yang dilakukan sifatnya relatif. Keabadian hanya milik Sang Pencipta Allah Swt.

Begitu halnya dengan ramadan. Ramadan adalah bulan, rentangan waktu. Andaikan dapat memohon, indahnya hidup jika semua bulan adalah ramadan. Tetapi hal tersebut tidaklah mungkin.

Ramadan adalah waktu dalam rentangan bulan. Waktu itu berjalan maju dan tidak akan pernah kembali sedetikpun. Begitu juga waktu-waktu di bulan ramadan.

Sudah berapa harikah hari di bulan ramadan yang telah berlalu? Sudah sepuluh hari dengan hari ini, artinya tinggal 2/3 hari lagi. Sedih rasanya hari di bulan ramadan semakin berkurang.

Lalu evaluasinya bagaimana? 10 hari tersebut yang telah berlalu? ibadah apa saja yang telah dilakukan? Bagaimana gradenya kurang, cukup, baik, atau amat baik. Jawabannya ada pada diri masing-masing.

Mengevaluasi diri, harus jujur pada diri sendiri, muhasabah diri. Ini menjadi penting sebagai tolak ukur keberhasilan guna mencapai magfiroh maksimal di bulan ramadan yang sangat mulia.

Pastinya tidak ada kata terlambat, masih ada sekitar 20 hari berikutnya untuk mengoptimalkan aktivitas ibadah dan ragam kebaikkan di bulan ramadan.

Baiknya jika 10 hari yang lalu gradenya sudah baik maka 20 hari kemudian harus sangat baik atau istimewa bahkan sempurna. Sungguh seseorang sangat merugi jika hari ini lebih buruk dibandingkan dengan hari kemarin.

Akan tetapi puasa adalah ibadah yang langsung Allah Swt nilai sehingga apapun yang dilakukan saat ibadah puasa penilainya adalah Allah Swt secara langsung. Sehingga seorang individu hanya dapat memaksimalkan aktivitas ibadah kepada Allah Swt dan berbuat baik kepada sesama, landasannya adalah ketulusan, keilkhlasan, dan semata-mata beribadah kepada Allah. Semoga saja segala ibadah yang telah dilakukan Allah Swt terima. Aamiin.

Sebagai seorang muslim jangan pernah mengabaikan 20 hari di bulan ramadan kedepan yang masih bersisa, maksimal diri mengisinya. Gunakan prinsip bahwa jangan-jangan ini adalah ramadan terakhir. Namanya umur, tidak ada yang tahu, kapan sesorang akan dipanggil Sang Pencipta.

Selamat berjuang di 20 hari kedepanya di bulan ramadan. Semoga Allah Swt senantiasa berikan kesabaran dan keistiqomahan dalam berjuang untuk kebaikan dan memaksimalkan serta mengefektifkan waktu untuk ibadah kepada Allah Swt dan terhadap sesama. Aamiin

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semangat, masih ada waktu 20 hari ke depan untuk berbuat baik. Terima kasih pengingatnya Pak. Sukses selalu dan barakallahu fiik

16 May
Balas

Tulisan yang bermanfaat, mengingatkan bahwa semua hal terus berubah, seiring waktu.

16 May
Balas

Sedih saat ramadan berlalu..Jika mungkin diperpanjang lg ya ramadannya. Barakallah...

16 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali