Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Siswa

Siswa "Nyeleneh"

Lembaga pendidikan terutama menengah atas siswa/i nya agak "nyeleneh". Mengapa demikian? Status guru di sekolah menengah atas berdasarkan umur ada guru muda dan guru senior.

Guru muda ada dua kategori ada guru singel dan guru yang sudah berkeluarga. Guru senior berdasarkan jenis kelamin ada guru laki-laki dan guru perempuan.

Kenyelenehan siswa/i ada yang mengoda guru-gurunya dengan hal ketertarikan lawan jenis, mengabaikan status. Saya menyebutnya siswa "nyeleneh".

Secara psykologi ada kewajaran jika seorang siswa/i dekat dengan guru perempuan/laki-laki. Mungkin saja siswa/i tersebut kehilangan sosok ayah/ibu, jika sosok ayah merupakan sosok yang dibutuhkannya karena sifatnya melindungi. Melindungi putrinya dalam hal bergaul dengan teman atau dilingkungan bermain/sekolahnya. Lain halnya dengan ibu, ibu memberikan perhatian, kelembutan, dan kedamaian. Ibu memberikan kasih sayang penuh cinta.

Siswa/i millineal kadang menyatakan perasaannya kepada gurunya. Perasaan suka versi mereka. Tempat saya bertugas adalah madrasah. Dimana konsep poligami legal secara agama.

Bahkan ada siswa yang menyatakan ke guru laki-laki, jika istri bapak mengizinkan, setelah saya lulus madrasah siap di poligami. Wah saya berpikir siswa "nyeleneh". Ada lagi siswa yang menyatakan perasaanya kepada guru muda yang masih singel. Akan tetapi oleh guru tersebut di tolak karena masalah etika, ini juga siswi "nyeleneh". Bahkan ada siswa yang menyatakan isi hatinya " bapak saya cinta bapak?" ini lebih "nyeleneh lagi". Hal tersebut disampaikan di depan teman-temannya.

Berbagai fenomena tersebut bagi saya hanya sebatas "candaan siswi remaja" . Apalagi di madrasah ada larangan berpacaran, mungkin saja itu menjadi alasan mereka "mengoda guru laki-lakinya".

Alhamdulilah sepengetahuan saya tidak ada hubungan asmara antara guru dengan siswa. Karena ketabuan di madrasah bahwa tidak ada kata pacaraan yang ada adalah "taaruf" itu pun dilakukan setelah kemapanan tercapai dan tidak sedang dalam masa studi formal seperti madrasah.

Lembaga pendidikan berfungsi untuk memberikan edukasi dalam ilmu pengetahuan, sikap dan prilaku, serta nilai-nilai religius. Hubungan antara guru dengan siswa selalu berlandaskan nilai-nilai dan norma.

Andaikan guru singel mau memperistri siswa/i nya hendaknya tunggu lulus madrasah atau lulus sarjana. Jodoh tidak akan kemana siswa sekalipun jika Allah berkehendak mengapa tidak.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wow hati hati pak guru tergoda tuh hehehe

05 Oct
Balas

Tidak bunda, saya menganggap siswa/i adalah anak atau adik, tergoda ga ah bu

05 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali