Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Siklus Mendidik
tribun timur.tribunnews.com

Siklus Mendidik

Menjadi guru adalah pilihan terbaik. Mengapa? Ketika seseorang menjadi guru ada peluang untuk banyak berbuat baik kepada setiap siswa yaitu menyampaikan keilmuan dan mendidik sikap dan perilaku siswa untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kesempatan itu tidak dimiliki oleh semua orang. Peluang yang sangat mahal untuk melakukan banyak kebaikan kepada sesama asalkan dilakukan secara tulus dan ikhlas, semata-mata niatkan beribadah karena Allah Swt.

Seorang guru harus memahami konsep dalam penyampaian keilmuan kepada siswa. Secara keilmuan guru minimal sarjana dengan keilmuan mendidik sesuai dengan akta mengajar bahkan bersertifikasi. Kemudian guru dikenal dengan tenaga profesional. Makna profesional adalah ahli dibidang yang diampunya.

Lalu sebenarnya bagaimana siklus mendidik itu? Siklus mendidik itu pertama diawali dengan mengajarkan. Mengajarkan keilmuan kepada siswa. Keilmuan apabila dimadrasah seperti ilmu-ilmu sosial, ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam, ilmu-ilmu keagamaan, dan ilmu kebahasaan. Keilmuan tersebut berasal dari keilmuan dari berbagai sumber yang valid. Jika di madrasah hendaknya diintegrasikan dengan Al Qur'an dan Hadist. Setelah mengajarkan kemudian yang kedua, melakukan. Apa yang telah diajarkan kemudian dilakukan. Berbagai ilmu pengetahuan yang diperoleh pada tahap pertama, harus bisa dilakukan oleh siswa dengan berupaya menerapkannya. Apakah dalam praktik pembelajaran di kelas atau dalam kehidupan sehari-hari. Lalu siklus ketiga, membiasakan, apa yang telah diajarkan kemudian dilakukan tahap berikutnya adalah membiasakan. Membiasakan ini adalah melakukan secara rutin ilmu pengetahuan dan penerapannya. Keberhasilan proses pembiasaan tergantung pada apa yang telah diajarkan dan dilakukan.

Menjadi guru memang butuh konsistensi. Supaya apa yang dilakukan dapat mencapai tujuan pendidikan yaitu adanya perubahan sikap dan perilaku dari yang belum baik menjadi jauh lebih baik. Jika mengacu kepada tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Semoga Allah Swt senantiasa mudahkan, diberikan kelancaran, dan keberkahan kepada para guru Indonesia.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Setuju Pak Mulya, jangan sampai seperti lilin ,terlebih mendapat julukan munafik, karena tidak laksanakan tiga hal dalam siklus pendidikan. Sukses selalu dan barakallahu fiik

15 May
Balas

Sangat informatif, sehat selalu pak Mulya.. barakallah

15 May
Balas

Tulisan yang bermanfaat. belajar, lalukan dan ajarkan. learn-do- Teach. mantab

15 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali