Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya

Setoran Hafalan Juz 30 Si Sulung

Si sulung bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tahun ini lulus. Ada tagihan hafalan juz 30 yang belum selesai yaitu surat terakhir An Naba. Saat saya tes ternyata ada beberapa ayat yang masih suka lupa ayat awalnya sehingga saat akan setoran selalu ragu. Seharusnya harus sudah selesai sebelum pelepasan dan wisuda.

Pelepasan dan wisuda sudah. Melalui informasi istri via grup whatsaap diiinformasikan bahwa siswa yang belum setoran surat terakhir juz 30 segera merapat ke MIN 7 Tangerang untuk menemui ustadjahnya. Termasuk putri sulung saya.

Masalahnya saat ini sedang liburan, mengingatkan anak saat liburan sekolah bahwa ada tagihan hafalan yang belum selesai perlu kesabaran memintanya untuk mengulang hafalannya sampai dengan lencar kemudian membujuknya untuk setoran surat perlu trik.

Selama ini saat mendidik anak, saya berusaha bagaimana anak terdorong karena keinginannya sendiri untuk melakukan apapun. Bekerja sama dengan istri adalah suatu keharusan untuk menemukan solusi yang tepat.

Saat ada informasi harus hafalan, posisi kami saat sedang liburan di rumah nenek dan kakeknya anak-anak di Jakarta. Setoran surat di MIN 7 Tangerang, alhasil saya dan di sulung harus pulang terlebih dahulu dari Jakarta menuju Tangerang. Ada 2 hari sebelum batas akhir setoran. Setelah sampai ke Tangerang si sulung terus mengulang hafalan. Sesekali simulasi dengan saya.

Tiba pada waktunya hafalan. Sejak pagi rumah sudah bersiap. Setelah menghubungi guru yang bersangkutan akhirnya saya dengan si sulung berangkat menuju MIN 7 Tangerang menggunakan si Jalu sepeda motor bebek yang setia menemani saya selama ini kemana saja.

Sesampainya di madrasah saya menuju parkiran. Bertemu dengan beberapa guru, saya mendapatkan informasi bahwa siswa yang akan setoran berkumpul di mushola madrasah. Saya minta si sulung untuk segera ke mushola. Saya menunggu di tempat duduk selasar kelas.

Sekitar 30 menit si sulung sudah kembali dengan wajah semeringah. "Bagaimana ka, sudah selesai" tanya saya. Dengan wajah semeringah dan tertawa lebar si sulung menjawab "Alhamdulillah sudah yah, hafal, selesai deh hafalannya". Jawab saya " Wah kakak hebat". Akhirnya kami pulang ke rumah.

Menjadi orangtua pada kondisi tertentu harus siap sedia. Memecahkan permasalahan yang dihadapi. Tentunya kerjasama yang baik antara suami dan istri. Setiap anak berbeda sikap dan perilakunya. Begitu juga cara menanganinnya. Terpenting anak jangan dibebani banyak hal karena tekanan akan tetapi terpenting adalah bagaimana anak mau melakukannya setulus hati.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Ciri anak salihah sudah didapatkan.Buarakallah selalu sehat

03 Jul
Balas

Aamiin ya Allah. Terima kasih atas doanya. Semoga Abah juga sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat Abah

03 Jul

Semoga hafalan putrinya berlanjut terus pak. Semoga dengan hafalannya ia sukses dunia akhirat dan sukses pula menggandeng ayah dan ibunya ke surga. Aamiin.

19 Aug
Balas
search