Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Ponpes Penghafal Al Quran Semakin Berkembang
Dokumentasi Penulis

Ponpes Penghafal Al Quran Semakin Berkembang

Manusia terlahir ke bumi sudah sangat sempurna dengan kemampuan otaknya. Tentunya bagi yang dapat mengoptimalkannya otaknya serta terlahir dari ibu dan ayah terbaik dalam menanamkan nilai-nilai edukasi pada anak di keluarga. Terpenuhinya kasih sayang oleh anak secara benar dan tepat sehingga potensi diri anak teroptimalkan.

Akan tetapi hal yang tidak boleh dilupakan, manusia adalah makhluk sosial yang harus berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Lingkungan sosial mulai dari teman sepermainan, teman sekolah, dan masyarakat. Lingkungan tersebut akan berpengaruh terhadap jiwa sosial anak.

Lalu orangtua memiliki konsep pendidikan yang berbeda terhadap putra/i apakah hanya mendapatkan pendidikan dirumah saja dengan mendatangkan guru dari luar sesuai kebutuhan anak yang disebut home school, atau memberikan pendidikan nonformal sesuai kebutuhan, atau memberikan kepercayaan pada lembaga pendidikan formal/sekolah untuk memberikan pendidikan terbaik.

Seiring perkembangan zaman. Revolusi industri 4.0 memberikan kekhawatiran akan dampak negatif yang ditimbulkannya. Anak sejak dalam kandungan ibunya telah mengenalkan gawai. Hanya dengan benda elektronik dalam genggaman semuanya bisa dilakukan. Kebutuhan internet seolah menjadi kebutuhan pokok. Berinternet dan bermedia sosial sudah menjadi gaya hidup.

Saat seorang anak terlahir juga berinteraksi dengan gawai dan internet. Sehingga lahirkan generasi-generasi alfa. Generasi yang lahir diera internet dan media sosial. Secara sadar orang tua tahu akan dampak negatif dari media sosial. Lama kelamaan anak terpengaruh dampak negatif dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Zaman now sikap dan perilaku negatif sudah berada pada level kritis. Jika tidak segera diantisipasi akan semakin berbahaya bagi perkembangan anak.

Lalu manusia sebagai makhluk yang religius. Terlahir dari sang penghuni surga yaitu Adam as. Berkeinginan akan kembali ke kampung halaman lelulur yaitu Surga. Walaupun tidak mudah karena sarat goda dari sang iblis dan setan sebagai anak buahnya. Petunjuknya sudah jelas yaitu Al Quran dan Hadist sebagai kunci masuk surga.

Salah satu solusinya yaitu berupaya kembali mempelajari kunci pintu masuk surga yaitu melalui mempelajari Al Quran, menghafalkannya, dan menerapkannya dalam kehidupan sehakehidupan

Hal tersebut melahirkan lembaga penghafal Al Quran. Ustad-ustad pada lembaga penghafal Al Quran itu adalah penghafal Al Quran 30 juz. Mereka mentransfer metode/cara bagaimana mereka menghafal Al Quran. Lahirlah generasi-generasi penghafal Al Quran yang kini jumlahnya terus meningkat secara signifikan diseluruh Indonesia. Faktanya rumah quran, pondok-pondok pesantren penghafal Al Quran bermunculan, sskolah penghafal Al Quran, dan peminatnya juga sangat membludak.

Sehingga kini, sekolah penghafal Al Quran semakin berkembang. Semuanya berawal dari kewaspadaan para orangtua terhadap perkembangan zaman yang semakin mengkhawatirkan.

Para orangtua berjuang mendidik anaknya sejak dini mengenalkan Al Quran mulai dari rumah, TPQ (Tempat Pendidikan Quran), dan MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) /SD IT (Sekolah Dasar Islam Terpadu). Umumnya sekolah penghafal Al Quran itu sejak usia SMP. Bekal yang cukup untuk menumbukan cita-cita anak untuk menjadi penghafal Al Quran.

Lalu bagaimana konsep sekolah penghafal Al Quran tersebut? Umumnya sekolah telah memiliki sistem pembelajaran pola pesantren mulai dari salat berjamaah bersama, salat qiyamul lail, belajar bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab, ceramah agama, pembelajaran ilmu-ilmu keagamaan, aktivitas olah raga, dan pembelajaran pengetahuan umumnya melalui pendidikan paket.

Target hafalan Al Quran perhari ada batas minimal jika lebih itu jauh lebih baik. Lalu menyetorkan hafalan kepada para ustad. Menggunakan hafalan Al Quran dalam aktivitas ibadah salat fardu dan sunah selama 24 jam. Dilakukan secara terus menerus secara itiqomah sampai 30 juz. Setiap santri berbeda waktu menyelesaikan hafalannya.

Target utamanya adalah melahirkan generasi Al Quran penghafal 30 juz, lalu dapat mengaplikasikan melalui dakwah dalam 3 bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Memiliki pengetahuan keagamaan lainnya seperti hadist dan lain sebagainya yang mumpuni. Kelak saat santri lulus keterpakaiannya di masyarakat tidak diragukan lagi.

Sekolah penghafal Al Quran terus berkembang sehingga menjadi solusi dalam menyelematkan generasi-generasi emas bangsa ini supaya tetap terjaga kemurniannya dalam bersikap dan berprilaku yang terbaik sesuai Al Quran dan Hadist. Berbahagialah para orangtua yang memiliki anak dengan cita-cita mulia sebagai penghafal Al Quran.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Kesadaran para orang tua untuk membentuk karakter religi pada anak sedini mungkin patut diacungi jempol. Secara tidak langsung mereka telah menempatkan keluarga mereka pada rel yang benar.

01 Jul
Balas

Iya Pak Agus. Terima atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

01 Jul

Benar Pak Mulya, sekolah hafidz dan hafidzah bermunculan, semoga terus makin menjamur, menciptakan generasi qurani, amin. Sukses selalu dan barakallahu fiik

01 Jul
Balas

Aamiin ya Allah. Terima kasih atas apresiasi dan doanya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu buat Bunda Vivi

01 Jul

sepakat pak mulya. ...semoga para penghafal qur an dimudahkan oleh Allah dalam menghafal dan mempertahankan hafalannya. Sehingga akan tercipta generasi qur ani, menuju baldatun thayyibatun wa robbun ghofuur......

01 Jul
Balas

Aamiin ya Allah. Berbahagialah bagi para orangtua yang memiliki putra/i nya yang bercita-cita sebagai penghafal Al Quran. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

01 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali