Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya

Sang Pengoda (3)

"Cinta adalah kesetiaan"

Pagi itu mentari bersinar di ufuk timur. Suasana pagi begitu cerah. Sebuah rumah nan mungil di diami oleh keluarga kecil. Suami, istri, dan anak usia balita serta gadis cantik adiknya sang istri.

Keluarga tersebut hidup tentram. Suami bekerja dan istrinya pun sama. Si Balita di asuh oleh sang adik istri.

Istri bekerja di pabrik sebagai karyawan. Terkadang masuk shif 1, shif 2, dan shif 3. Sedangkan suaminya bekerja hanya dari pagi sampai dengan siang. Setelahnya sudah pulang di rumah.

Hubungan antara suami terhadap adik ipar sangat baik karena sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga. Selama ini adik iparnya yang membantu mengasuh anak mereka. Awalnya semuanya berjalan dengaj baik. Sampai pada suatu ketika rasa itu datang. Menghinggapi hati sang adik ipar.

Adik ipar sering mengajar ngobrol suami kakaknya. Mulai dari obrolan biasa sampai dengan curhat masalah masing-masing. Kakak iparnya bersikap biasa tidak ada perasaan apapun akan tetapi adik ipar berpikir lain.

Saat kakaknya sedang pergi bekerja adik ipar selain menjaga keponakannya akhirnya menunjukan rasa bahwa dirinya menyayangi kakak iparnya. Secara spontanitas menyampaikan isi hatinya kepada kakak iparnya bahwa ia telah mencintainya.

Kakak iparnya pun terkaget-kaget. Ada yang salah akibat kedekatan yang tercipta. Secara sopan kakak iparnya menampaikan bahwa dalam agama tidak diperbolehlan untuk memperistri saudara sekandung. Walaupun dalam Islam poligami diperbolehkan.

Adik iparnya adalah sang pengoda. Semuanya adalah tipu daya setan supaya mereka terjerumus kedalam kesesatan.

Semenjak saat itu kakak ipar selalu menghindar pulang lebih awal. Jika itu dilakukan godaan adik iparnya untuk melakukan kedekatan sosial dan fisik selalu diupayakan dengan berbagai caca. Menghindar jauh lebih baik dibandingkan terjebak pada keadaan yang menyulitkan.

Saat itu pada suatu malam di ruang tamu terjadi perbincangan antara suami dan istri. " Mah adik mu kan sudah dewasa, andaikan aku perkenalkan dengan teman ku, mau ga yach, siapa tahu ada jodoh" kata istrinya "ya sudah pah mamah setuju saja, asalkan adik ku mau juga".

Esok harinya sang suami pulang lebih dahulu. Sengaja dilakukan untuk berbicara dengan adik iparnya perihal perjodohan dengan temannya.

"Assalamualaikum"kakak iparnya mengucapkan salam "tok-tok" dari dalam rumah terdengar suara langkah kaki, "ya aa". Kata kakak ipar "kesini dik, kakak mau menyampaikan sesuatu". Adik iparnya tersenyum semeringah " Ada apa aa? ". "Begini dik, terkait perasaan adik ke kakak, kakak punya solusi. Kakak punya teman laki-laki baik, ganteng, kaya, dan mapan, nanti kakak kenalkan mudah-mudahan kalian cocok" kata kakak iparnya.

Air mata bercucuran membasahi pipi adik iparnya sambil berucap "aa tidak suka sama aku?, kalau ini memang yang terbaik, semoga saja lelaki itu jodoh aku yah ka, memang cinta aku ini salah, mencintai orang yang tidak tepat, aku sadar ka" sang pengoda pun akhirnya berlari sambil menangis.

Kakak iparnya membiarkan adik iparnya merenung. Menjelang senja datang. Lembayung di wilayah barat memerah laksana bara. Sang adik ipar kembali bersama kakaknya yang secara tidak sengaja bertemu di jalan.

Saat makan malam "mas adik ku sudah cerita, ayah mau memperkanalkan teman ayah kapan? Kata istrinya. "oh..sudah cerita, yach sudah akan papa coba hubungi, besok kan minggu semoga saja bisa" kata sang suami.

Kemudian sang suami mengambil handponenya dan menekan salah satu nomor telephone "halo, Assalamualaikum wr wb, Firman ini bang Radit, besok Firman bisa main ke rumah abang ada yang mau kenal, waktu itu bang Radit kan sudah cerita" "ya bang Radit, Insya Allah besok kerumah silaturahmi".

Esok harinya Firman datang untuk bersilaturahmi dan bertemu adik Ipar Radit selama ini yang menjadi sang pengoda. Kedatangan Firman di sabut oleh keluarga Radit bersama istrinya. "Silahkan masuk Firman" kata Radit.

Kemudian mereka bercengkrama. "Dik bawakan makanan dan minuman, ada tamu agung nih" kata Radit, sampaikan ke adik mu mah. Istri Radit dengan mengendong anaknya ke belakang sambil menemui adik iparnya. "Ayo dik, sekalian temui calon imamnya, he..he.. " sambil tersenyum "adik iparnya merspon " iya ka semoga saja berjodoh". Kata kakaknya "aamiin".

Kemudian akhirnya adik ipar ketemu dengan Firman, lelaki yang direkomendasikan untuk ta'aruf oleh kakak ipar yang selama ini dicintainya. Kemudian Radit dan istrinya memberikan waktu mereka berdua bercengkrama. Setelah itu kemudian Firman pamit.

Setelah Firman pulang, Istrinya Radit bertanya kepada adiknya, "bagaimana dik?". Adiknya tersenyum "mudah-mudahan berjodoh, ya ka".

Waktu terus berlalu. Adik iparnya Radit pun melakukan ta'aruf, khitbah, dan pada akhirnya menentukan hari resepsi. Surat undangan sudah disebar. Saat acara pelaksanaan resepsi berjalan dengan lancar. Tamu pun banyak yang hadir.

Setelah menikah Firman mendapatkan promosi jabatan pindah tugas ke luar negeri. Akhirnya mereka terpisah jarak dan waktu. Hidup bahagia dengan keluarga masing-masing.

"Allah Swt memberikan cobaan, tujuannya supaya umatnya dapat mengambil hikmah dan pelajarannya"

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali