Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya

Sang Pengoda (2)

"Kesetiaan itu mahal, sekali dikhinati sulit untuk kembali mempercayai"

Ada dua sejoli sedang memadu kasih. Menyakini pasangan masing-masing adalah lelaki dan perempuan terakhir. Mereka berdua sudah lama saling mengenal satu sama lain. Hubungan mereka landasannya adalah keseriusan untuk menyongsong ke jenjang lebih lanjut.

Sang lelaki menatap sang pacar " Semoga Allah Swt mengizinkan aku menjadi lelaki terakhir dalam hidup mu, sayang". "Mencintai mu adalah anugerah Dari allah, semoga kelak dirimu akan melahirkan buah-buah cinta kita" jawab si perempuan "aamiin".

Sampai pada suatu ketika, sang lelaki berkenalan dengan seorang perempuan. Perempuan tersebut sangat agresif. Menciptakan kedekatan secara fisik untuk mengoda si lelaki dengan kecentilan dan kemanjaanya. Seolah faham betul apa yang menjadi kebutuhan seorang laki-laki.

Lelaki itu pun menceritakan bahwa dirinya telah memiliki seorang pacar apa kata si perempuan itu "pacar itu masih belum mutlak, terkecuali telah terikat pernikahan, telah menikah saja masih diperbolehkan beristri 2, 3, atau 4, andaikan saya dijadikan keduanya tidaklah mPemikiran

Pemikiran seorang perempuan yang sangat ekstrim. Lelaki itu pun tertantang apa benar apa yang dikatakan perempuan tersebut.

Lelaki itu akhirnya terjebak pada cinta segitiga. Hubungan yang selama ini dijalin dengan pacarnyapun dikhianatinya. Si lelaki bergumam "toh masih pacaran kenapa harus setia".

Si perempuan sang pengoda berusaha menciptakan peluang supaya dapat berduaan dengan sang lelaki. Sang lelaki terbuai oleh manisnya madu cinta.

Sampai pada suatu hari sang lelaki mendapatkan kabar bahwa perempuan sang pengoda telah hamil di luar nikah dengan lelaki lain. Lalu sebenarnya berapa banyak lelaki yang di pacarinya?

Si lelaki akhirnya bersyukur hubungan dengan sang pengoda tidak berlanjut sampai jauh. Allah Swt tunjukan bahwa siapa sebenarnya perempuan sang pengoda tersebut.

Perempuan yang melakukan berbagai macam cara atas nama cinta. Cinta yang membabi buta menghalalkan segala macam cara atas nama cinta versinya si perempuan sendiri.

Sang lelaki pun kembali ke pacarnya. Berniat mengenalkannya kepada kedua orangtuanya dan akan memperistrinya. Saat dipertemukan dengan orangtua sang lelaki, kedua orangtuanya sangat setuju. Sehingga proses lamaran pun dilakukan. Akhirnya hari, tanggal, bulan, dan tahun pernikahan disepakati.

Akhirnya mereka pun menikah. Jodoh sudah digariskan oleh Allah Swt. Pada akhirnya mereka berdua hidup bahagia. Diberikan keturunan dan hidup tenang sampai maut memisahkan mereka berdua.

"Tidak ada badai yang abadi, semuanya akan berakhir pada saatnya"

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali