Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Sang Jawara
Sumber: Dokumentasi Penulis

Sang Jawara

Banten terkenal dengan sang jawara. Saya terlahir sekitar tahun 1979. Saat itu listrik saja belum masuk kampung-kampung di Kabupaten Tangerang, Banten.

Saat usia SD tahun 1985 budaya kampung saat itu masih begitu kental seperti mengaji, gotong royong, saat ada orang meninggal, berbagai kerajinan tangan, dan lain sebagainya.

Suasana menjelang magrib anak-anak putra/i sudah beramai-ramai pergi ke mushola untuk sholat berjamaah. Menjelang magrib terdengar suara sholawatan anak-anak menjelang waktu sholat tiba di mushola. Mesjid saat itu belum dibangun, seandainya sholat Jum'at harus berjalan kaki cukup jauh ke kampung sebelah.

Kemudian setelahnya pergi kerumah ustad untuk belajar mengaji dengan membawa obor minyak tanah. Penerang rumah-rumah masih mengunakan lampu minyak tanah.

Sesampainya di rumah guru ngaji cahaya terang benderang dari lampu pompa minyak tanah. Lampu ini mengunakan spirtus untuk menyalakannya dengan membakarnya pada bagian dalam lampu. Kemudian dengan dipompa cahaya lampu semakin terang. Jika angin dari pompa lampu berkurang lampu redup dan harus dipompa lagi sampai terang kembali.

Belajar ngaji di kampung sudah membudaya. Dihadiri seluruh warga kampung usia anak-anak. Mengaji dilakukan sampai menjelang adzan isya.

Suara mengaji begitu khas terdengar sampai kejauhan kampung karena sunyi dan senyapnya malam. Beda dengan zaman now terlalu banyak keramaian.

Saat adzan isya berkumandang. Pengajian selesai semuanya pergi ke mushola bersama guru ngaji. Kemudian setelah isya warga se kampung menuju lapangan untuk berlatih penca (pencak silat). Dengan obor minyak bambu yang berada disekitar sudut lapangan.

Setiap kampung yang melatih pencak silat adalah seorang jawara terbaik. Semua warga kampung laki-laki maupun perempuan dengan segala umur mengelompok sesuai dengan level penguasaan jurus.

Saat latihan jurus khas dengan teriakan-teriakan. Penutup dilakukan duel antar level untuk melatih penerapan penggunaan jurus. Setiap kampung jenis aliran pencak silatnya berbeda dengan kampung lainnya.

Sering setiap malam kampung kami saat sedang latihan kedatangan jawara dari kampung lain. Kemudian terjadi duel antara jawara penantang dengan jawara dari kampung kami.

Sepengetahuan saya hampir semua jawara yang datang selalu kalah oleh jawara dari tempat kami. Sehingga murid-murid terbaik pelatihan pencak silat muncul sebagai jawara-jawara baru.

Puncak penguasaan keilmuan kemudian diberikan puasa-puasa disertai wiridan untuk menambah kemampuan tenaga dalam dan kebal senjata. Mulai dari pelatihan kekuatan tulang tangan dan kaki pada level tertinggi mampu memecahkan bambu ukuran besar dengan tendangan dan pukulan/tangkisan.

Budaya kampung tersebut pada akhirnya menciptakan jawara-jawara antar kampung dengan berbeda aliran pencak silat. Kampung saya terkenal dengan aliran pencak silat aliran beksi sedangkan kampung sebelah Cimande, Merpati Putih, dan lain sebagainya.

Seiring kemajuan zaman aktivitas penduduk semakin beragam. Budaya berlatih pencak silat mulai hilang. Saya amati kendala orang sibuk dengan aktivitas keseharian seperti bekerja di pabrik, menjadi driver, pendagang, dan lain sebagainya. Memang sangat disayangkan harusnya budaya tersebut tetap dipertahankan.

Jawara-jawara tersebut masih bercokol di kampung kami. Berbagai profesi mereka geluti. Umumnya tidak mengunakan keahliannya dalam beladiri. Walaupun ada yang berprofesi sebagai penjaga keamanan.

Diantara jawara-jawara tersebut adalah mang Alimi. Walaupun usianya tidak muda lagi. Seusia beliau masih dapat melakukan aktivitas berat. Mungkin karena terlatih secara fisik dalam berlatih pencak silat.

Mang Alimi adalah sang jawara. Saat kejayaannya duku melahirkan murid-murid yang menjadi jawara. Sang jawara tidak terkalahkan. Bahkan karena kepiawaiannya dalam seni bela diri terkadang ada orang dari wilayah lain yang khusus berguru privat kepada beliau misalnya pada malam-malam tertentu setiap minggunya.

Seiring kemajuan zaman keahlian mang Alimi sebagai sang jawara sudah mulai terabaikan. Itulah sisi lain kemajuan zaman. Andaikan budaya silat ini ingin dipertahankan perlu upaya-upaya cerdas untuk melestarikannya.

Pada lembaga pendidikan ada ekskul pencak silat dengan pelatih-pelatih silat yang sifatnya turun temurun dari guru ke murid. Titik fokusnya pada seni dan beladiri. Mereka belum teruji untuk kerasnya dunia beladiri pada kondisi sebenarnya di kehidupan. Orientasinya juga berbeda untuk prestasi olahraga.

Semoga saja budaya pencak silat dapat terus dikembangkan sehingga kelestariannya terjaga. Kemudian perlu upaya-upaya yang tepat untuk melestarikan semua aliran beladiri di Indonesia sebagai kekayaan budaya yang tidak ternilai.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Ayo kita lestarikan budaya bangsa. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah..pak guru.

09 May
Balas

Iya bunda

09 May

Identitas daerah dapat dilihat dari budayanya. Agar tidak hilang, tugas kita untuk melestarikannya. Salam literasi.

09 May
Balas

Iya pak, sepakat

09 May

Jadi ingat di masa kecil dulu Pak .....

09 May
Balas

Iya pak tulisan ini juga potret masa kecil saya

09 May

Harus terus dikestarikan dan dikembangkan, agar anak2 muda tidak menjadi korban gaya hidup yg mengatasnamakan "perkembangan zaman".

09 May
Balas

Iya pak

09 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali