Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya

Sampai Kapan Gurusiana Bermasalah?

Pagi ini saya mencoba upload gambar untuk artikel yang akan saya tulis. Ternyata masih belum bisa. Saya membaca artikel-artikel para gurusianer kesannya ada yang kurang karena tidak adanya gambar. Ibarat sayur tanpa garam. Ada rasa yang kurang. Ibarat kaum hawa tulisan tanpa gambar ibarat tak bersolek.

Beberapa waktu yang lalu saat gurusiana bermasalah, beberapa tulisan yang temanya sentilan-sentilan bahwa gurusiana bermasalah dilontarkan para gurusianer yang rajin menulis.

Saya sangat memahami tujuan mereka menulis dengan tema gurusiana bermasalah yaitu menginformasikan kepada gurusianer yang lain bahwa sedang terjadi problem tidak bisa upload gambar dan memotivasi gurusianer lainnya supaya tetap menulis walapun ada kendala. Selain itu berharap adimin gurusiana bereaksi cepat supaya segera mengatasi masalah tersebut.

Prediksi saya, pertama admin belum merespon karena kesibukannya dalam memproses naskah buku para guru mulai pengumpulan naskah, edit, ISBN, dan proses cetak. Prediksi kedua admin mengalami kendala teknis yang belum terselesaikan mengatasi masalah upload gambar. Admin terus berusaha dengan bekerja keras untuk menyelesaikan masalah tersebut. Masalah kesulitan upload gambar saat kini lebih rumit dibanding masalah yang sama seperti sebelumnya sehingga berlarut-larut sampai saat ini.

Mereview kebelakang gurusiana tidak dapat meng-upload gambar sejak Kamis, tanggal 12 April 2018 tulisan terakhir yang meng-upload gambar adalah tulisan gurusianer Bapak Mansyur Arta Qomarudin yang berjudul Margondes. Saya saja menulis setelah bapak Mansyur dengan meng-upload gambar tidak bisa dilakukan.

Sehingga saya membuat tulisan tentang gerakan menulis di gurusiana tanpa gambar tidaklah masalah. Begitu halnya yang didengungkan oleh sang inspirator gurusiana bapak Ahmad Syaihu dengan ajaknya tetap menulis walaupun tanpa gambar dengan semangat yang sama dengan saya.

Para gurusianer sepertinya sudah mulai terbiasa menulis tanpa gambar. Bukan karena tulisan saya dan pak Ahmad Syaihu melainkan karena hasrat menulis para gurusianer yang sangat tinggi. Terus berkarya melalui gurusiana.

Apapun yang terjadi dalam hidup. Seperti hal nya apapun yang terjadi digurusiana. Pasti ada hikmah didalamnya. Mencoba bersabar, beradaptasi, tetap konsisten, itulah hikmah karena adanya masalah digurusiana.

Teruslah menulis, menulis, dan menulis walaupun tanpa gambar digurusiana.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sampai tangan kita tak mampu lagi mengetik ya pak Mulya

15 Apr
Balas

Iya

15 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali