Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Sampah Plastik Mengila,  Waspadalah!
Suara.com

Sampah Plastik Mengila, Waspadalah!

Hidup di dunia sarat akan berbagai aktivitas. Hasil buah pikiran manusia teraktualisasi dalam beragam hasil cipta, karya, dan karsa manusia. Kita mengenalnya dengan hasil budaya manusia seperti berbagai bagunan, produk-produk tertentu, berbagai hasil teknologi, dan lain sebagainya.

Salah satu hasil karya manusia adalah plastik. Plastik merupakah hasil industri petrokimia dengan beragam jenisnya seperti PET/PETE (Polyethylene Therephthalate), HDPE (High Density Polyethlene) , PVC (Polyvinyl Chloride) LDPE (Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene), PS (Polystynese) , dan lain sebagainya. Plastik pada akhirnya digunakan untuk berbagai kebutuhan sampai saat sekarang.

Sekian banyak jenis plastik tersebut ada yang sekali pakai dan menjadi sampah yaitu PET atau PETE dan HDPE. Lain halnya ketika zaman old dulu. Penggunaan tempat mengunakan daun pisang atau tempat dari anyaman kerajinan tangan berasal dari bambu, rotan, atau lain sebagainya.

Plastik yang umumnya banyak digunakan adalah PET atau PETE dan HDPE. Apa itu plastik PET atau PETE? Plastik ini bersifat ringan, murah, dan mudah membuatnya. Plastik jenis ini pengunaannya untuk botol minuman softdrink, tempat makanan yang tahan microwave, dan lain-lain. Sedangkan plastik jenis HDPE yaitu plastik yang dapat diolah menjadi wadah bahan makanan, wadah sampo, deterjen, kantong sampah, dan penggunaan lainnya. Jenis plastik ini mudah di daurulang.

Sejalan dengan perkembangan zaman berbagai inovasi dalam kehidupan manusia terus diciptakan. Berbagai inovasi tersebut pada akhirnya mengunakan plastik yang menjadi satu kesatuan dengan produk tersebut yaitu PET atau PETE dan HDPE. Ada pengunaan sebagai tempat produk, penutup, atau kemasan/label berbahan plastik. Permasalahnya muncul ketika plastik itu tidak lagi berguna sehingga menjadi sampah.

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Proses selesai maka sisa dari dari produk termasuk kategori sampah. Sampah bisa berupa organik dan nonorganik. Berupa cair, gas, atau padat. Plastik masuk kategori sampah padat.

Sampah jika pengelolaannya dilakukan dengan baik tidak akan menjadi masalah. Sampah itu ibarat berlian yang terbuang. Jika mampu mendaurulangnya dapat berharga dan menghasilkan banyak rupiah. Begitu juga dengan sampah plastik pun bisa di daurulang.

Daurulang sampah plastik dapat diolah kembali menjadi barang yang baru, didaur menjadi berbagai kerajinan tangan, bahan bakat padat, bahan bakar, cair, dan bahan bakar gas. Pada dasarnya sampah plastik berasal dari minyak bumi. Jika sampah plastik akan dimusnahkan secara alami bukanlah hal mudah.

Sampah anorganik memerlukan berpuluh-puluh tahun supaya dapat terurai. Berbeda dengan sampah organik yang mudah terurai karena berasal makhluk hidup (hewan dan tumbuhan). Kantong plastik saja membutuhkan waktu sekitar 20 tahun supaya dapat terurai, botol plastik 20 tahun, stereofoam membutuhkan waktu sekitar 500 tahun.

Sampah plastik jika tidak terkendali akan mengila. Sampah plastik akan menjadi momok penyebab kerusakan lingkungan terutama pada tanah dan air. Jika plastik dibuang pada tanah, maka tanah menjadi tidak produk. Plastik pada tanah akan menghambat pergerakkan akar tanaman sehingga dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan bahkan kematian pada tanaman. Begitu juga jika plastik masuk ke aliran air sungai akan menyebabkan penyumbatan pada aliran air dan memicu terjadinya banjir. Air sungai juga akan membawa sampah ke laut sehingga dapat menyebabkan biota laut hewan dan tumbuhan bisa mati. Sampah jika menutupi akar napas tanamaan mangrove juga dapat menyebabkan kematian tanaman. Terbaru ikan paus yang ditemukan mati di pantai ternyata setelah diperiksa terdapat sekitar 1,5 kg sampah pelatik di dalam saluran pernapasannya.

Sungguh berbahaya sampah plastik jika tidak ditangani dengan baik. Bayangkan saja perkembangan industri yang mengunakan plastik semakin beragam. Seolah plastik sebagai kebutuhan utama. Kondisi tersebut pada akhirnya seolah menjadi hal lumrah. Kini plastik menjadi sangat banyak disekitar kita. Padahal bahaya mengancam akibat sampah plastik beberapa tahun mendatang jika tidak segera ditangani.

Lalu bagaimana kita harus bersikap dengan kondisi sekarang semuanya serba mengunakan berbahan plastik. Kita hanya dapat meminimalisir penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu berupaya melakukan daur ulang untuk sampah plastik. Mensosialisasikan bahaya sampah plastik mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sehingga setiap orang pada akhirnya memiliki kesadaran yang tinggi tentang arti menjaga lingkungan dari bahaya sampah plastik.

Semoga saja ada solusi terbaik perihal penanganan mengenai sampah plastik olah semua pihak terkait dari level terbawah sampai dengan level teratas pemerintahan negara ini. Sehingga negara yang kita cinta ini terbebas dari masalah sampah kedepannya. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

masalah serius. Kini ada UU bagi yg buang sampah ke sungai kena pidana ,Lho Pak!

04 Dec
Balas

Iya pak, tapi penegakan hukumnya yang kurang tegas perihal pelanggaran terhadap masalah sampah. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

04 Dec

Sampah merupakan persoalan yg serius dan tak main main. Perlu penangan seriys. Sukses selalu dan barakallah

04 Dec
Balas

Iya bu, perlu penangangan yang serius. Terimakasih atas doa. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

04 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali