Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Saat Ramadan Tidur Tidak Selalu Ibadah, Bahkan Bisa Menjadi Bencana
Katail.com

Saat Ramadan Tidur Tidak Selalu Ibadah, Bahkan Bisa Menjadi Bencana

Tidur adalah hal yang diperlukan tubuh untuk istirahat. Apalagi saat bulan ramadan, tidur sangat nikmat sekali dilakukan apakah setelah salat subuh atau setelah salat dzuhur. Bahkan tidurnya orang bepuasa adalah ibadah. Akan tetapi tidur siang saat ramadan, seolah pengecualian pada sebuah keluarga sehingga berdampak fatal dan merengut korban jiwa.

Lokasi rumah keluarga tersebut berdekatan dengan parit yang relatif dalam sekitar 1,5 meter dengan lebar sekitar 2 meter. Siang tadi hujan turun dengan deras sejak pukul 12.00 s.d 14.00. Saat hujan dengan suhu yang sejuk si Ibu tertidur dengan anaknya yang masih balita berusia 2,5 tahun. Si Ibu tidak waspada, saat tertidur pintu rumahnya yang dekat dengan parit tidak terkunci. Sehingga saat di balita terbangun berjalan sendiri keluar rumah dan bermain didekat parit yang mana sedang penuh dan deras oleh air permukaan yang menyatu di parit.

Saat ada warga yang melihat, di balita mendekati parit dan tercebur. Warga berusaha menolong, akan tetapi tubuh kecilnya balita terbawa arus parit yang sangat deras menuju ke arah sungai. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari korban sampai saat sekarang masih belum ditemukan. Kasus serupa juga pernah terjadi beberapa tahun yang lalu di aliran parit yang sama. Seharusnya parit yang membelah perumahan Bukit Gading Cisoka dan Balaraja tersebut dibuat pagar pembatas sehingga tdak terjadi lagi kejadian serupa.

Musibah memang bisa terjadi dengan cara apapun, kapanpun, dan dimanapun. Lalu apa yang harus dilakukan? Kewaspadaan terhadap kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Semoga saja dapat menjadi pembelajaran bagi para orangtua yang memiliki anak balita.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Aduh miris sekali ceritanya pak Mulya, betul sekali itu pembelajaran bagi orang tua untuk selalu mengawasi dan menjaga anak-anak nya. Terimakasih pengingatnya, barakallah, sehat, bahagia dan sukses selalu.

12 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali