Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Saat Berkendaraan, Waspadalah!
liputan6.com

Saat Berkendaraan, Waspadalah!

Alhamdulilah kemarin sore, saya masih Allah Swt lindungi. Saat sedang berkendaraan setelah salat jum'at.

Seperti biasanya jika berkendaraan, motor saya cek terlebih dahulu. Alhamdulilah motor dalam kondisi baik. Sepeda motor saya panggil "si Jalu". Sebutan untuk motor yang dengan setia selalu menemani saya. Motor saya hidupkan dan meluncur ke tempat teman untuk bersilaturahmi.

Saat berkendaraan aman-aman saja. Akan tetapi setelah 3/4 jalan ada jembatan irigasi. Jembatan lebih sempit dibanding lebar jalan. Pada saat itu di lokasi jembatan ada mobil yang berpapasan. Kedua mobil tersebut sudah masuk kebadan jembatan.

Pengalaman saya berkendaraan jika dalam kondisi tersebut sesama supir akan memberikan kode dengan lambaian tangan. Menunjukan siapa yang lebih dulu lewat.

Saya persis dibelakang mobil. Karena tidak ada kode saya masuk ke celah diantara dua mobil dengan menyalakan klakson panjang. Apalah daya mobil di depan saya memacu kendaraanya. Posisi saya sudah nanggung mau berhenti mendadak tidak mungkin akhirnya saya pacu kendaraan secepatnya supaya bisa masuk ke celah tersebut.

Semua orang yang berada di lokasi berteriak karena dalam kondisi ramai "awas". Jika saya telat sedetik saja pasti saya tertabrak mobil tersebut. Tapi Alhamdulilah Allah Swt masih melindungi saya, saya selamat kemudian "ngacir".

Lalu siapa yang salah? Apakah saya atau si pengendara mobil? He.. He.. yang salah yang telah di putus hakim dan sekarang sedang menjalani hukuman penjara. Saat itu sangat situasional.

Belajar dari pristiwa tersebut, jika berkendaraan selalu waspada. Kalau kita tidak menjadi pelaku kecelakaan maka bisa menjadi korban kecelakaan.

Hal yang dapat dijadikan pelajaraan saat berkendaraan sebagai berikut.

  1. Cek kondisi kendaraan supaya komponen kendaraan berfungsi dengan baik. Lakukan servis rutin bulanan. Kecelakan karena kondisi kendaraan biasanya disebabkan kondisi rem "blong" tidak berfungsi, ban gundul, spion tidak berfungsi, rantai putus, dan oli habis.
  2. Patuhi rambu-rambu lalulintas. Jika kita melanggar maka sangat berpotensi kecelakaan misalnya menerobos lampu merah.
  3. Pergunakan perlengkapan berkendaraan untuk keamanan seperti helm, sepatu, atau sabuk pengaman.
  4. Kondisi pengendara. Pengendara adalah pengendali kendaraan. Saat sipengendara dalam kondisi vit maka berkendaraan akan aman. Begitu juga sebaliknya jika pengendara dalam kondisi mengantuk, lelah, mengebut, kurang sabar, tidak berhati-hati maka potensi kecelakaan jauh besar.
  5. Lihat situasi dan kondisi. Saat berkendaraan selalu perhatikan lingkungan sekitar. Kiri dan kanan kendaraan, rambu-rambu lalulintas, kendaraan lain, pertigaan/perempatan jalan, jenis mobil dibelakang kita/samping kiri dan kanan kita. Misalnya saat kita berkendaraan akan menyalip ke kanan sedangkan mobil yang disalip adalah truk tronton yang ukuran sangat panjang maka harus dapat mengukur jarak tempuh kendaraan yang berlawanan arah. Selain itu truk yang akan kita salip dalam kondisi mengebut atau tidak. Jika mengebut jangan di salip akan tetapi dalam kondisi pelan silahkan salip.
  6. Jangan emosional. Saat berkendaraan terkadang di jalan bertemu dengan orang-orang jalanan dengan berbagai macam tempramen. Jika kita emosional maka jalanan dapat menjadi ajang balapan tidak resmi. Deru mesin, bunyi klakson, dan teriakan supir dapat menjadi perangsangnya.
  7. Saat berkendaraan ingatlah keluarga. Selalu ingat keluarga di rumah saat melakukan penyimpangan di jalanan. Sehingga kita akan mengunakan prinsip biar lambat asal selamat.
  8. Nyawa itu tidak bisa di beli. Jika setiap pengendara menyadari bahwa nyawa yang dimiliki hanya satu maka akan berpikir seribu kali melakukan kecerobohan saat berkendaraan. Meninggal lebih baik bisa langsung dikebumikan tapi jika cacat berat seumur hidup maka akan mengalami penderitaan panjang dan akan menjadi beban hidup orang-orang di sekitar kita.

Zaman now berkendaraan adalah suatu kebutuhan pokok. Berkendaraan untuk ketempat kerja, bekerja, berwisata, bersilaturahmi, maupun kepentingan lainnya. Sehingga saat kita berkendaraan harus selalu waspada.

Jika ada pemikiran bahwa kecelakaan saat berkendaraan adalah takdir. Maka berusaha untuk tidak mengalami kecelakaan adalah bentuk ikhtiar kita. Semoga saja Allah Swt mengabulkan ikhtiar kita. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali