Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya

Rabiah Al Adawiyah, Sosok Perempuan Solehah Cinta Ilahi

Beliau lahir dari keluarga Ismail. Sebuah kota Basrah (Irak sekarang). Terlahir sebagai anak ke empat dari tiga saudara kakaknya yang semuanya adalah perempuan.

Pada awalnya Ismail berharap anaknya laki-laki, akan tetapi suatu malam Ismail mimpi bertemu dengan Rasulullah dan menyampaikan Sabdanya "Janganlah engkau bersedih. Putrimu itu kelak akan menjadi perempuan yang mulia akan banyak orang yang akan mengharapkan safaatnya".

Sehingga Ismail mengubah pandangannya terhadap Putri ke empatnya, saat kelahirannya disambut penuh suka cita. Diberi nama Rabiah Al-Adawiyah.

Kesolehan Rabiah sudah kentara sejak balita, akhlaknya sangat mulia. Selama hidupnya tidak pernah menyakiti perasaan atau mencaci maki orang lain. Pernah suatu ketika saat Ismail ayahnya sekeluarga akan menyantap makan malam, Rabiah tidak mau makan sebelum kehalalan makanan dipastikan.

Saat Islamil bertanya ke Rabiah andaikan makanan ini haram apa yang dilakukan Rabiah? Rabiah berkata lebih baik menahan lapar di dunia dari pada harus menanggungnya di akhirat.

Kesolehan Rabiah dalam rajinnya ibadah mengikuti tata cara ibadah ayahnya, cara berdoa saat mendengar ayahnya berdoa melekat dalam pikirannya sehingga Rabiah selalu membacanya berulang-ulang.

Cobaan datang dari Allah SWT saat kota Basrah, Irak mengalami kekeringan sehingga keluarga Rabiah kelaparan dan meninggal dunia. Rabiah lolos dari kelaparan dan perjualbelikan sebagai budak.

Saat beliau sebagai budak pada suatu malam berdoa

"Ya Allah, Engkau Mahatahu. Hasrat hatiku adalah mematuhi perintah-Mu dan mengabdi hanya kepada-Mu. Tetapi Engkau telah menyerahkan diriku di bawah kekuasaan hamba-Mu."

Kemudian tuannya Rabiah tanpa sengaja mendengar doa Rabiah kemudian membebaskannya sebagai budak.

Sejak saat itu Rabiah terbebas sebagai budak. Beliau menjadi orang yang Sholehah memberikan safaatnya bagi banyak orang.

Beliau tidak menikah karena menganggap pernikahannya akan merintangi perjalannya rasa cintanya menuju Allah.

Setiap hari Rabiah tidak melewatkan untuk beribadah bukan karena takut neraka dan mengharapkan surga melainkan karena cinta tanpa pamrih kepada Allah.

Kecintaannya kepada Allah dituangkan dalam bait-bait puisi.

"Alangkah buruknya

Orang yang menyembah Allah karena mengharap surga

Dan ingin diselamatkan dari api neraka

Seandainya surga dan neraka tidak ada

Apakah engkau tidak akan menyembahnya-Nya?

Aku menyembah Allah

Karena mengharapkan rida-Nya

Nikmat dan anugerah yang diberikan-Nya

Sudah cukup mengerakkan hati ku.

Untuk menyembah-Mu."

Semoga pada zaman now lahir Rabiah Al-Adawiyah yang memiliki derajat kecintaan terhadap Allah. Tetap terjaga akidahnya kejamnya kehidupan dunia yang fana.

Yakinlah bahwa kehidupan dunia hanya sementara kehidupan abadi setelahnya. Hidup bahagia dunia akhirat tidak terlupa.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tulisan yang bagus sebagai tauladan kita, pak Mulya sudah kirim naskah lewat email saya?

13 Apr
Balas

Sedang saya revisi pak, biar tambah sip

13 Apr

Saya pernah baca Rabiah mulanya perempuan malam yg suka hura-hura, seorang penari. Tapi bertaubat dan menjadi wanita solekhah. Doa yg terkenal salah satunya " Jadikanlah badanku membesar menutupi neraka agar orang lain tdk bisa masuk kedlm neraka". Ini yg saya baca benar gak pak. Mohon koreksinya. Mksh

13 Apr
Balas

Malah dari referensi yang saya baca beliau adalah seorang sufi, cek and ricek lagi referensi awalnya, saya dari dua sumber bacaan

14 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali