Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Pulang Kota? Ujian Kesabaran Puasa

Pulang Kota? Ujian Kesabaran Puasa

Saat banyak orang yang melakukan kegiatan mudik (umumnya dari kota ke desa)saya malah berbeda. Saya mudik dari kampung ke kota/pulang kota (pulkot). Saya tinggal di Tangeranh, Banten pulkot ke DKI Jakarta. Aktivitas tersebut saya lakukan atas dasar kesepakatan dengan ema nya anak-anak di rumah.l

Saat liburan sekolah tiba, menjelang hari raya idul fitri, saya akan mengantarkan istri untuk pulang kota bersama anak-anak. Saat sehari menjelang hari raya, saya akan pulang ke rumah di kampung untuk berlebaran.

Saya sangat maklum karena nenek dan kakek anak-anak hanya tinggal berdua saja. Sehingga saya sangat memahami kondisi tersebut.

pulang kota saya dan keluarga lakukan hari ini. Untung ada transportasi online saat semuanya telah lengkap persiapannya, kue buatan istri, dan hasil panen tanaman buah-buahan dipekarangan rumah di paking/ditempatkan pada tempat khusus. Mobil datang kami pun sekeluarga naik.

Saat dalam kendaraan, karena saya pengguna aktif transportasi online kemudian duduk di depan samping supir. Berdasarkan pengalaman, supir itu harus dikondisikan supaya menghindari kecelakaan karena supir mengantuk.

Benar saja, saat memasuki tol kebun jeruk, supir menyampaikan kesaya bahwa dirinya mengantuk. Saya tawarkan untuk istirahat si supir tidak mau beristirahat.

Saya sangat khawatir, benar saja saat dijalan tol mobil bergerak ke kiri tanpa arah, saya tegur pak tolong kalau mengantuk istirahat saja dulu. Sang supir tetap tidak menggubris.

Perjalanan terasa begitu lama, saya sangat khawatir karena di mobil tersebut ada istri dan ketiga putri saya. Bagaimana jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan.

Andaikan boleh memilih saya pilih turun dan berganti mobil dibanding harus tetap berada di dalam mobil tersebut.

Sepanjang perjalanan saya terus berupaya membuat si supir mendengar ocehan tidak penting dari saya. Saya terus berdoa dan berharap segera cepet sampai.

Sampailah di Pintu tol keluar Cawang Atas, Jakarta Timur kemudian keluar tol alhamdulilah macet. Seumur hidup naik kendaraan, baru kali ini saat macet saya sangat bahagia, mengapa demikian? Si supir minimal bisa tidur sehingga tidak terjadi kejadian yang tidak di inginkan.

Benar saja saat macet si supir tertidur, saya pikir tidak masalah. Cuma saya harus sering membangunkan si supir ketika mobil didepannya sudah bergerak maju.

Saya bilang “Pak bangun, mobil didepan sudah jalan“. Saya bersyukur kemacetan mulai dari keluar pintu tol, jalan dewi sartika, dan sampai ke jl. raya bogor lokasi dirumah rumah kakek dan nenek anak-anak.

Alhamdulilah akhirnya sampai, saya berpikir ternyata macet juga dapat membawa kebaikan.

Semoga saja kejadian ini tidak terulang kembali. Kejadian sangat menegangkan. Jarum jam seolah berhenti begerak sangat lama dan lambat untuk segera sampai tujuan.

Apapun yang terjadi pasti ada hikmahnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Itulah ujian kesabaran hari dari Allah SWT. Alhamdulilah saya lulus karena selamat sampai tujuan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Selamat pulang kota Pak Saya membayangkan keruwetan di jalan. Eh tapi sudah sepi ya Jakarta karena banyak yang mudik

11 Jun
Balas

iya bunda, tapi ada beberapa wilayah yang masih padat merayap

11 Jun

Wah gawat itu sopir. Bikin deg2an tentunya. Alhamdulillah telah sampai dg selamat ya, Pak?

11 Jun
Balas

iya pak Alhamduliah

11 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali