Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Polusi Suara, Sebuah Resiko Lokasi Berdekatan Dengan Bandara
youtube. com

Polusi Suara, Sebuah Resiko Lokasi Berdekatan Dengan Bandara

Banten sebagai sebuah provinsi memiliki bandara Internasional Soekarno-Hatta yang menjadi kebanggan Indonesia. Bahkan pemerintah memfasilitasi angkutan khusus bandara supaya tidak terkendala kemacetan baik akan kebandara atau sebaliknya. Hal tersebut sangat wajar karena berbatasan langsung dengan Ibu Kota Negara Jakarta.

Bandara Soekarno-Hatta terletak di kabupaten Tangerang. Saya tinggal di salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Tangerang, tepatnya kecamatan Cisoka.

Mungkin karena hari ini sampai dengan minggu, 24 Juni 2018 puncak mudik lebaran 1 Syawal 1439 H, hampir setiap menit pesawat melintasi kampung di mana saya tinggal. Suaranya sangat keras karena dimungkinkan sedang memposisikan untuk mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Bisa dihitung sendiri jika 1 menit satu pesawat melintas, sejam, dan bebeapa jam berapa banyak pesawat yang melintas dengan suaranya yang keras sehingga memicu terjadinya polusi suara.

Pertanyaanya bagaimana dengan kampung yang lokasinya berdekatan dengan bandara, sudah dipastikan suaranya akan jauh lebih keras.

Suara yang berlebih masuk ke telinga kita dapat dikatakan sebagai polusi suara. Jika kita membiarkan suara-suara tersebut secara terus menerus di dengar oleh kuping kita, maka dipastikan kita akan mengalami gangguan pendengaran.

Lalu kita harus bagaimana? Mengupayakan untuk mengurangi intensitas suara keras yang kita dengar seperti menutup telinga dengan tangan/penutup telinga/bantuan benda lain, selain itu juga dapat membuat ruangan kedap suara, dan cara lain yang pada dasarnya mengurangi intensitas suara keras yang masuk. Pindah juga boleh ke lokasi yang jauh dari sumber suara.

Pendengaran merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang aktivitas kita sehari-hari. Bisa dibayangkan jika pendengaran kita terganggu. Tentunya akan menghambat aktivitas keseharian kita.

Itulah resiko perkembangan trasnportasi udara, satu sisi memudahkan bepergian dengan waktu yang relatif cepat, sisi lain polusi suaranya yang sangat mengganggu. Sangat beruntung bagi orang yang tinggal jauh di pedalaman. Memiliki ketenangan hidup serta terhindar dari polusi suara.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali