Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Pilkada Ajang Pendidikan Politik Tehadap Anak
Tribun Lampung Tribunnews. com

Pilkada Ajang Pendidikan Politik Tehadap Anak

Proses pendidikan dapat dilakukan dengan cara apapun. Keluarga tetap merupakan awal pendidikan yang pertama dan utama. Saat pilkada serentak berlangsung merupaka momentum yang pas untuk mengajarkan pendidikan politik sejak usia dini pada anak.

Hari ini saat berlangsung pilkada secara serentak para orangtua dapat memberikan pendidikan politik sejak dini. Apakah ada manfaatnya? Tentu iya, berjalannya sistem kenegaraan dengan baik jika poltiknya berjalan sehat. Politik berjalan sehat jika pemilihnya cerdas. Pemilih cerdas jika mendapatkan pendidikan yang mumpuni.

Pendidikan politik sejak dini pada bisa dikatakan sebagai upaya warga Indonesia untuk menyiapkan generasi-generasi masa depan yang faham politik dan dapat berperan aktif dalam setiap event politik yang dilakukan negara tercinta. Tujuan akhirnya menciptakan suasana politik yang kondusif untuk negara Indonesia tercinta.

Apa saja pendidikan politik yang dapat diajarkan pada anak yaitu:

  1. Menjelaskab apa itu pilkada pada anak, saat hari pemilihan umum (pemilu) atau pemilihan kepala daerah (pilkada) tiba jelaskan kepada anak tetang apa itu pemilu/pilkada. Bahasa yang digunakanpun bahasa anak, misalnya "Siapa presiden Indonesia? " anak pasti menjawab "bapak Jokowi" "nak tahu bagaimana bapak Jokowi dipilih" jawab kita, anak jawab "tidak tahu", nah baru kita arahkan bahwa pemilu/pilkada bukan hanya memilih presiden juga anggota dewan, DPD, maupun kepala daerah setingkat kabupaten/kota/provinsi.
  2. Ajak anak ke TPS, sudah jauh-jauhi kita sudah menyampaikan kepada anak bahwa saat ada pemilu/pilkada disediakan TPS. TPS merupakan tempat pemilihan untuk memilih pemimpin atau wakil rakyat. Ajak anak ke TPS untuk melihat langsung suasana TPS mulai pintu masuk, penyerahan daftar pemilih, kartu suara, memasuki bilik suara, pencoblosan, dan pemberian tinta pada jari di pintu keluar.
  3. Ajak anak ke dalam bilik suara, ajak anak kebilik suara. Pegang tangan anak sambil menjelaskan dan menunjukan apa itu suara. Anak juga bisa membaca apa yang tertulis pada kartu suara. Jika perlu membiarkan bertanya tentang apa yang ada di kartu suara. Upayakan datang ke TPS lebih awal atau akhir ketika pemilih tidak sedang sepi.
  4. Celupkan ujung jari pada anak, saat anak diminta mencelupkan ujung salah satu jari ke tinta mereka sangat senang. Pertanda mereka telah memilih barng kita. Saat mencoblos pun saat kita telah memiliki pilihan dapat meminta anak mencobloskan untuk kita. Berikan pemahaman bahwa pemilu/pilkada dilakukan secara Luas Umum Bebas Rahasia (Luber).
  5. Jelaskan tujuan pilkada pada anak, gunakan kata yang dapat dimengerti anak bahwa tujuan pilkada adalah memilih calon pemimpin/anggota dewan perwakilan rakyat atau anggota dewan perwakilan daerah. Berikan perumpamaan pemimpin seperti bupati/kota/provinsi bahkan Indonesia.
  6. Sampaikan kepada anak bahwa pemilu/pilkada itu penting, sampaikan kepada anak bahwa pemilu/pilkada menentukan nasib rakyat 5 tahun kedepan, maju atau tidak suatu wilayahnya ditentukan wakil rakyat/kepala daerah.

Jika setiap orangtua memberikan pembelajaran politik sejak dini kepada anak maka generasi masa depan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap politik dan dapat mensukseskan pemilu/pilkada.

Pemilu/pilkada dapat menjadi sarana yang baik untuk perbaikan pemerintah dalam hal legislatif, yudikatif, bahkan legislatif. Mau maju atau tidak suatu negara maka lihatlah politiknya baik atau tidak.

Jika pemilu/pilkada dapat dijadikan pembelajaan politik sejak dini kepada anak mengapa tidak kita lakukan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali