Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Perlakukanlah Anak dengan Baik
www. idntime. com

Perlakukanlah Anak dengan Baik

Seorang menikah tujuannya untuk memiliki anak. Anak adalah karunia dari Allah Swt. Kepercayaan yang Allah berikan kepada setiap umatnya yang melakukan pernikahan. Anak bisa menjadi anugerah juga musibah, waspadalah.

Faktanya ternyata ada yang ditakdirkan tidak memiliki anak karena masalah reprodukasi atau kesehatan, ada pula yang belum diberikan kepercayaan dari Allah, dan ada dianugerahkan memiliki banyak anak.

Lalu saat pasangan suami istri telah memiliki anak, bagaimana cara memperlakukan anak? Ini menjadi penting, mengapa? Salah mendidik sedari awal, maka akan fatal dikemudian hari. Anak ibarat kertas putih, mau dituliskan apa oleh para orangtuanya. Apakah tulisan-tulisan kebaikan atau bahkan mengabaikanya sehingga tertulis hal buruk.

Perlakuan yang keliru terhadap anak diantaranya memanjakan anak, tidak memberikan dasar akidah yang kuat, kemampuan agama yang rendah, memarahi anak dengan tidak memberikan pembelajaran dan alasan yang masuk akal, tidak memberikan ruang yang luas terhadap anak untuk berkreativitas, tidak menetapkan kedisiplinan, tidak melatih kemandirian, dan abai terhadap berbagai karakter positif pada anak.

Sehingga anak sebagai manusia terbaik tidak tergali secara optimal dalam hal sikap dan perilaku positifnya. Justru yang akan muncul adalah perilaku yang negatif, parahnya perilaku tersebut dianggap benar oleh anak? Pertanyaanya sampai kapan anak beranggapan itu benar, padahal salah. Sampai pada kondisi anak memahami bahwa konsep diri yang dilakukan selama ini salah.

Jika anak melewati fase kritis, anak akan stabil saat anak berada pada fase dewasa. Pada akhirnya anak akan menemukan sendiri bahwa apa yang dilakukannya kelak adalah hal yang terbaik dalam hidup. Ketika keliru, menyadari kekeliruanya.

Bagi para orangtua, berpikirlah 1000 kali jika akan melakukan hal negatif pada anak. Seolah anak itu suatu cermin, kekeliruan dalam mendidik pada anak akan berdampak buruk pada anak kelak, begitu juga sebaliknya. Jika kita mengembangkan nilai-nilai positif pada anak, kelak mereka akan menjadi generasi penerus yang unggul dan tangguh.

Pastinya semua orangtua berharap anak-anaknya kelak menjadi orang-orang terbaik. Sehingga para orangtua akan bangga karena telah melakukan proses pendidikan yang terbaik, dan oleh anak digunakan dalam kehidupan mereka kelak.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali