Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Penting !, Adanya Aturan Penggunaan Gawai di Sekolah/Madrasah
elshinta.com

Penting !, Adanya Aturan Penggunaan Gawai di Sekolah/Madrasah

Kemajuan teknologi di era revolusi industri 4.0 memasuki semua lini kehidupan. Diantaranya dunia pendidikan. Apakah guru, siswa, dan proses pembelaran, bahkan evaluasi pendidikan. Diklat dilakukan secara daring (dalam jaringan), belajar mengunakan internet, ujian sekolah berbasis google/ gawai android, absensi digital, rapor digital, dan lain sebagainya.

Menyikapi hal tersebut, ada yang positif tidaklah masalah. Akan tetapi jika untuk siswa/i yang menggunakan gawai tetap harus diwaspadai. Setiap lembaga pendidikan berbeda menyikapi penggunaan gawai pada siswa.

Ada sekolah/madrasah yang membolehkan, ada yang fleksibel boleh menggunakan gawai dalam pembelajaran asal ada guru yang bertanggungjawab dan sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan ada yang sama sekali tidak membolehkan. Semuanya ada argumentasinya masing-masing.

Kemajuan teknologi di era milineal ini memang sangat luar biasa. Hampir semua lini kehidupan berbasis teknologi informasi. Hanya dengan gawai pintar serta kuota internet apapun semuanya bisa dilakukan.

Pada lembaga pendidikan penggunaan gawai tetap harus diwaspaadi. Mengapa demikian? Lembaga pendidikan adalah tempat mendidik siswa dalam ranah religius, sikap dan perilaku, kognitif, maupun keterampilan. Apapun yang dilakukan di lembaga pendidikan harus sarat unsur pendidikan. Apakah gurunya sebagai teladan maupun siswanya sebagai pembelajar. Sistem yang dibangun lembaga walaupun berbasis teknologi informasi tetap harus ada pengawasan supaya dapat meminimalisir resiko penyimpangan gawai.

Setiap lembaga pendidikan tidak boleh melepas tanggungjawab. Lembaga pendidik mengemban tugas yang berat karena harus dapat memberikan pendidikan terbaik bagi siswa/inya sehingga mampu di didik dan setelah lulus diakui oleh pihak orang tua atau luar sekolah bahwa lulusan siswa/i religius, sikapnya baik, akademiknya ok, dan keterampilan yang dimiliki keterpakaianya tinggi di masyarakat.

Salah satu indikator keberhasilan lembaga pendidikan membuat sistem yang tepat dalam penggunaan gawai di sekolah/madrasah. Baiknya gawai tidak dibawa ke sekolah/madrasah. Andainya dibawa harus seiizin guru terkait dengan pembelajaran. Jika siswa menggunakan gawai diluar ketentuan wajib diberi sanksi.

Hal tersebut lebih pada membuat aturan dalam penggunaan gawai untuk siswa di sekolah/madrasaah. Gurunya juga saat di kelas dilarang membawa gawai.

Keluhan para orangtua terkait gawai pada putra/inya saat di rumah, sulit dikendalikan biasanya gawai putra/inya dikunci dengan kode tertentu. Sehingga para orangtua sulit mengontrolnya. Walaupun itu sifatnya kasusistik. Masih ada siswa yang menggunakan gawai secara arif dan bijaksana.

Revolusi industri 4.0 tidak bisa dihindari. Suka tidak suka harus dihadapi oleh setiap lembaga pendidikan. Hal yang harus dicamkan adalah bagaimana perkembangan teknologi informasi dapat diambil manfaatnya dan diminimalisir dampak negatifnya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Jangankan murid, gurupun sudah banyak yang ketagihan gawai. Coba dibuat larangan membawa gawai di sekolah. Saya jamin yang protes justru gurunya. Barakallah.

04 Jul
Balas

Guru cukup tidak membawa gawai ke kelas. Guru sudah melewati usia sekolah, bisa berpikir bijak dan dewasa. Masalah utamanya adalah siswa menggunakan gawai saat proses belajar dan tidak berhubungan proses belajar. Itu yang perlu diminimalisir atau bahkan menghilangkan efek negatif gawai. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

04 Jul

Wah perlu pembicaraan yang serius dengan hadirkan berbagai pihak di sekolah. Sukses selalu dan barakallahu fiik

04 Jul
Balas

Saya koordinator tim kedisiplinan. Saya sering investigasi gawai siswa dan memori card siswa. Jika dikunci akan dipanggil orangtuanya dibuka pasport oleh siswa di cek sama saya bareng ortu. Jika ada gambar/video tak layak bisa diproses BK dan perjanjian dengan orangtua dan siswa supaya tidak mengulanginya, bahkan diskor, atau dikembalikan ke ortunya tergantung grade kesalahannya. Semuanya diawal sudah diinformasikan kepada para ortu saat awal masuk PPDB

04 Jul

Selama ini sih berhasil bu vivi. Lain halnya saat ada PHBI atau PHBN, mereka diperbolehkan membawa gawai

04 Jul
search