Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya

Penting! Ajeg dan Kontinue Guna Mencapai Kualitas Diri

Manusia makhluk paling sempurna kemampuan otaknya, sehingga tercermin dari sikap dan perilakunya. Sikap dan perilaku seseorang dalam kesehariannya mencerminkan derajat seseorang. Hal tersebut merupakan cerminan hasil pemikirannya dalam proses pendidikan hidup yang dijalaninya apakah pendidikan informal, nonformal, ataupun formal. Sehingga akan nampak jelas apakah mencerminkan kadar kualitas yang kurang, cukup, baik, atau amat baik.

Instrumen dalam menentukan kualitas seseorang menurut keilmuan sangatlah beragam. Dalam kajian demografi (kependudukan) indikator kualitas diri seseorang dapat diketahui melalui tingkat pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan penduduk, dan kualitas keagamaan yang mumpuni. Walaupun masih banyak indikator penentu kualitas penduduk lainnya. Akan tetapi empat indikator tersebut menurut penulis sudah cukup mewakili.

Setiap orang tentunya memiliki harapan meraih kualitas diri yang mumpuni sehingga dapat hidup lebih baik. Itu adalah konsep dasarnya. Seseorang yang berkualitas tentunya harus memiliki konsep diri yang baik. Siap menghadapi proses hidup dan dinamikanya. Dimana kadarnya tantangannya sangat gradatif.

Kualitas diri yang unggul harus terus ditingkatkan prosesnya untuk menjadi jauh lebih baik. Tentu dalam mewujudkannya bukanlah hal mudah perlu konsep yang jelas dalam diri setiap orang. Manusia adalah makhluk sosial yang sarat akan halangan dan rintangan dalam hidup. Jika tidak tepat dalam menyikapinya maka meningkatkan kualitas diri akan tertunda bahkan gagal.

Hal yang harus diingat adalah melakukan apapun harus ajeg. Ajeg artinya tidak berubah atau tetap. Saat kita yakin apa yang kita lakukan untuk meningkatkan kualitas diri maka harus ajeg dalam melakukannya. Artinya yang kita lakukan tidak berubah atau tetap dalam ranah meningkatkan kualitasi diri.

Ajeg juga tidaklah cukup perlu dilakukan kontinue. Kontinue yaitu dilakukan secara terus menerus dalam meningkatkan kualitas diri untuk menjadi lebih baik. Misalnya seseorang untuk meningkatkan kualitas diri dalam bidang pendidikan informal, nonformal, dan formal secara terus menerus. Ilmu itu ibarat buih dilautan, tinggal fokus ilmu apa yang akan digeluti secara optimal sehingga menjadi orang yang ahli dibidang tertentu.

Jika upaya untuk meningkatkan kualitas diri terus dilakukan secara ajeg dan kontinu, maka akan menjadi ahli di bidangnya. Hal tersebut sejalan dengan tingkat pendapatan dalam hidup. Sejalan dengan itu kesadaran akan pentingnya kesehatan sebanding lurus dengan tingkat pendidikan yang mumpuni.

Tentunya keterkaitan tingkat pendidikan, mata pencarian penduduk, dan kesadaran akan kesehatan tidak akan sempurna jika seseorang tidak berupaya untuk terus meningkatkan kualitas religius dalam agama. Agama adalah unsur terpenting. Manusia hidup tujuannya adalah Surga (keabadian). Hidup itu ibarat persinggahan.

Sehingga apapun yang seseorang lakukan harus mendapatkan ridho dari Sang Penguasa Langit. Selalu ikhtiar maksimal dalam melakukan suatu hal dan serta doa supaya tidak ada kegersangan hati. Penuhi hati dengan rasa syukur dan ikhlas semata-mata melakukan apapun karena beribadah kepada Allah Swt.

Selalu bermunajatlah kepada Allah Swt. Keputusan apapun yang Allah Swt berikan kepada kita adalah yang terbaik. Walaupun menurut sudut pandang kita kegagalan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Istiqomah itu ringan di bibir, berat di aplikasinya. Sip mas Mulya.

11 Jun
Balas

iya pak Agus Siswanto, tulisan ini untuk mengingatkan diri saya sendiri, mudah-mudahan bisa mengingatkan kepada yang berkenan membaca. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat pak Agus

11 Jun

Benar Pak, istiqamah sangat diperlukan dalam lakukan tiap pekerjaan. Sepertinya bukan AJENG Pak, tapi AJEG, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

11 Jun
Balas

Iya bu Vivi. He..he..jiah ternyata aku sangat manusiawi. Fokus ke isi ternyata judulnya. Terima kasih sudah mengingatkan. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

11 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali