Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Pencemaran Udara Semakin Mengkhawatirkan di Indonesia
merdeka. com

Pencemaran Udara Semakin Mengkhawatirkan di Indonesia

Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Jika dilihat dalam sudut padang ekonomi, penduduk Indonesia adalah pasar potensial bagi pemasaran berbagai produk berdagangan.

Sekian banyak produk yang diperjualbelikan adalah kendaraan bermotor seperti sepeda motor roda dua dan berbagai ukuran mobil. Lacurnya untuk mengurangi pencemaran udara di negara produsennya dan menghindari pajak impor, mereka memindahkan berbagai industri automotif tersebut ke Indonesia atas nama investasi, penanaman modal, dan mengurangi pengangguran.

Ada masalah yang diabaikan yaitu polusi udara yang dihasilkan melalui gas buang kendaraan bermotor tersebut dari penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Lagi-lagi penggunaan BBM dalihnya untuk kesejahteraan rakyat. Korbannya tetap udara yang semakin tercemar.

Apakah selesai sampai disitu? Tentunya tidak, sumber polusi berikutnya adalah gas buang aktivitas industri. Berbagai cerobong asap menjulang tinggi pada pabrik. Asap dari gas buang industri secara bertahap akan terakumulasi sehingga meningkatkan pencemaran di udara.

Kesemua itu belumlah cukup. Kebakaran hutan akibat ladang berpindah, pembukaan lahan baru, atau kelalaian manusia. Belum lagi pembakaran sampah, aktivitas gunung meletus, gas yang berasal dari pembusukkan sampah atau yang berasal dari kotoran hewan, dan lain sebagainya.

Alam sebenarnya sudah memberikan solusi melalui tumbuhan dalam mengurangi zat pencemar khusus karbondioksida dalam proses fotosintesis melalui stomata (mulut daun). Mengambil karbon untuk disimpan pada batang dan menghasilkan oksigen. Sehingga alam akan mengurangi zat pencemar sendiri.

Masalahnya zaman now banyak terjadi ilegal loging (penebangan hutan secara liar) dan terjadi berbagai alih fungsi lahan. Berbagai tanaman hijau berganti menjadi bangunan beton. Jumlah pohon sudah mulai berkurang artinya fungsi tumbuhan mengurangi polusi udara semakin kecil.

Lalu apa yang akan terjadi? Polusi udara akan terus semakin meningkat. Udara pun semakin berbahaya bagi kesehatan. Udara tidak lagi sehat. Udara berpotensi menjadi pemicu penyakit pernapasan karena sarat akan polusi. Bagaimana tidak meningkat. Apakah kepemilikkan kendaraan roda dua dan mobil ada pembatasan? Tidak ada, sehingga kepemilikan kendaraan akan terus mengalami peningkatan sehingga sejalan dengan peningkatan pengunaan pembakaran BBM.

Semakin meningkat kuantitas kendaraan semakin tinggi gas buang penceraran udara. Begitu halnya industri, semakin banyak jumlah industri gas buang industri juga semakin tinggi pula. Kendaraan bernotor dan industri sumber terbesar pemicu pencemaaran udara. Bukannnya tanpa solusi? Apakah mau diam saja dengan kondisi tersebut?

Baiknya semua orang menyadari dan memahami tentang bahaya pencemaran udara bagi kesehatan. Secara pribadi, pihak terkait, dan pemerintah harus mengupayakan berbagai cara untuk mengatasi pencemaran udara.

Diantaranya cara tersebut adalah mengurangi zat pencemar, melakukan penghijauan dan reboisasi, memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku pencemaran udara, dan mengganti bahan bakar BBM dengan energi yang ramah lingkungan.

Terbaru bahwa ibu kota negara Indonesia Jakarta termasuk kota dengan tingkat pencemaran tertinggi di dunia. Hal tersebut dimungkinkan pada kota lain selain Jakarta juga sudah sarat zat pencemar.

Sehingga baiknya setiap orang untuk menghindari paparam udara yang tercemar wajib menggunakan masker kemanapun. Terutama jika sedang berada dijalanan atau sedang berada di kawasan industri. Semoga saja udara yang kita hirup untuk bernapas tidak terpapar polusi. Sehingga kesehatan kita akan tetap terjaga. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Benar Pak Mulya, makanya saya pake masker bila naik motor, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

05 Jul
Balas

Seharusnya ada aturan tegas utk batas usia kendaraan, terutama angkutan massal, yang paling sering sbg penyumbang polusi udara dan suara.

06 Jul
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali