Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Panen Pisang Kepok di Samping Rumah
Dokumentasi Penulis

Panen Pisang Kepok di Samping Rumah

Ada sedikit tanah disamping kanan, kiri, depan, dan belakang rumah. Saat ada waktu senggang, saya coba bercocok tanam untuk tanaman produktif. Tanaman produktif adalah tanamannya yang menghasilkan buah. Setiap tanaman saya hafal sejarah penanamannya.

Salah satu tanaman yang saya tanam adalah pisang kepok. Tanaman di saya tanam disamping kanan rumah. Tanaman pisang ini hari ini saya panen perdana. Pohon ini pemberian rekan kerja istri yang asli dari Palembang. Orangtuanya suatu ketika dari Palembang berkunjung ke Tangerang dan membawa beberapa bibit tanaman pisang kepok ini.

Istri saya diberikan dua buah. Saya tanam, alhamdulillah yang satu tumbuh. Satu lagi layu dan mengering. Pisang kepok ini tumbuh dengan baik dan telah memiliki beberapa tunas/anak pisang dari indukkan.

Pisang saat ditanam pertama kali harus dibiarkan sampai berbuah. Saat pisang sudah setengah tua, jantung pisangnya di penggal supaya pisang tumbuh dengan baik. Anak pisang belum bisa dipindahkan, jika induk pisang belum dipanen perdana. Jika itu dilakukan pohon pisang indukkan akan mati.

Baiknya pisang indukan dipanen perdana terlebih dahulu. Baru setelahnya anakkan pisang bisa dipindahkan ketempat lain supaya jumlahnya jauh lebih banyak. Jika dibiarkan pada satu tempat akan sulit berbuah karena terlalu banyak tanaman pisang dalam satu rumpun.

Pisang kepok asli dari Palembang, saya sudah dipanen perdana. Bagian buah paling atas beberapa pisang sudah menguning tanda pisang matang. Tanda lainnya sangat jelas, daun pisang sudah ada yang menguning. Baiknya jika pisang sudah tua beberapa daun pisang dipotong. Sisakan beberapa saja.

Satu tandan pisang. Bahasa sundanya namanya turuy terdiri dari beberapa sisir pisang. Sisir pisang adalah deretan baris pisang dalam satu batang buah pisang.

Saat pisang yang telah matang dicicipi mmm rasanya luar biasa. Pisangnya kuning tidak lembek, melainkan kenyal dan tidak terlalu manis. Pokoknya maksyus. Jika saya panen pisang, pisang saya akan biarkan saja pada suatu tempat. Nanti juga secara bertahap akan menguning secara bertahap. Jika setelah matang semua, pisang akan dipotong persisir. Lalu pisang akan saya bagikan kepada kekuarga terdekat, si pemberi bibit pisang, tetangga. Selebihnya sisihkan untuk dikonsumsi sendiri.

Selain pisang kepok juga ada pisang ambon. Pisang ini bibitnya diberikan Abah (Bapak kandung saya). Sudah ada beberapa pohon pisang ambon yang sudah berbuah. Tinggal tunggu tua, ada pisang yang sudah matang panen deh. Sepertinya setelah panen kepok akan disusul panen ambon. Yuk manfaatkan tanah sekitar rumah untuk berbagai tanaman produktif seperti halnya pisang.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah, asyik banget Pak Mulya. Pisang kepok enak digoreng Pak, gurih dan renyah, hehehe. Jadi pingin deh. Sukses selalu dan barakallahu fiik

07 Jul
Balas

Iya bu vivi. Dimakan langsung juga enak. Terima kasih atas apresiasi dan doanya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

08 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali