Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
tribunnews.com

"Nyaleg" Membutuhkan Modal

Tahun 2019 adalah tahun politik. Pada tahun 2019 akan dilaksanakan pemilu serentak. Tahapan menuju pemilu sudah dilakukan jauh-jauh hari padantahun 2018.

Mulai dari pendaftaran partai politik, verifikasi partai politik, mengundian nomor urut partai, pencalonan bakal anggota legislatif, dan mengundian nomor calon presiden dan wakil presiden.

Kemudian tahap berikutnya adalah kampanye. Kampanye sudah dimulai. Sampai dengan hari menjelang hari tenang beberapa hari sebelum pencoblosan pada bulan April 2019.

Sepanjang jalan banner para caleg sudah banyak terpampang, dipepohonan, dipertigaan jalan, perempatan jalan, dan ditempat-tempat strategis.

Jika diamati secara seksama calon legisllatif tersebut orang yang sama dan hanya ada dari beberapa partai politik saja. Sepertinya calon legislatif tersebut bermodal tebal. Ada dana alokasi khusus buat kampanye.

Lalu bagaimana dengan caleg modal menengah atau modal pas-pasan. Kita tunggu caleg yang lain pasti akan mempromosikan menjelang berakhirnya masa kampanye. Mereka juga akan mengunakan media sosial untuk mempromosikan program kerjanya andai kelak terpilih menjadi calon legislatif.

Ada sebuah dilema tentang para caleg legislatif apakah mereka tulus menjadi calon legislatif atau karena masalah untung rugi. Kesemuanya hanya calon legislatif dan Allah Swt yang tahu.

Bayangkan jika seorang calon legislatif mengeluarkan uang ratusan atau milyaran rupiah untuk kampanye. Apakah ikhlas karena Allah atau saat kepilih mengharapkan modal kampanye kembali.

Jika pilihannya menjadi calob ikhlas karena Allah atau mau mewakaqkan dirinya untuk kepentingan masyarakat. Akan tetapi yang menghitung untung rugi, saya khawatir saat terpilih terbujuk untuk melakukan tindakan korupsi. Sehingga niatnya menjadi caleg mengembalikan modal bukan berjuang untuk rakyat.

Akan tetapi kesemuanya dikembalikan kepada calon legislatif yang bersangkutan apa motivasinya menjadi caleg? Hanya diri si caleg dan Allah Swt yang tahu.

Terlepas dari semua itu siapapun yang akan menjadi caleg harus memiliki modal untuk memperkenalkan diri, menyampaikan program kerja, dan harus mau memperjuangkan daerah pemilihnya.

Semoga saja masih ada para caleg yang jujur, amanah, baik, bertanggungjawab, dan soleh/sholehah. Lebih mengutamakan aspirasi daerah pilihannya. Modal kampanye adalah sedekah umat bukan dari kekayaannya yang menuntut ganti saat terpilih. Semoga.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hari ini pak memang sulit menemukan caleg yg bersih, tp berharap tdk putus. Barakallah

06 Oct
Balas

Iya, semoga saja ada caleg yang bersih dan berjuang rakyat bunda

06 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali