Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Musim Durian Identik Dengan

Musim Durian Identik Dengan "Belah Duren"

Indonesia sebagai negara tropis memiliki berbagai tanaman khas seperti durian, salak, duku, buah merah, dan lain sebagainya.

Tanaman khas tersebut sifatnya musiman. Akhir-akhir ini saya sering melihat sepanjang jalan raya Serang dari tempat mengajar menuju kerumah atau sebaliknya banyak para pedagang buah rambutan, duku, dan durian.

Durian khas Indonesia, jenisnya juga beragam seperti durian Medan, durian Petruk, durian merah, dan lain sebagainya. Durian monthong yang kita kenal dari Thailand awalnya durian asli Indonesia. Melalui perrkawinan silang dan pengembangan penelitian tanaman pertanian diketemukanlah jenis Durian Montong yang kita kenal dengan buahnya besar, rasanya manis, dagingnua tebal, bijinya kecil dan pohonnya rendah. Itulah hebatnya perkembangan dunia buah-buahan.

Para penjual durian di Tangerang umumnya menjual buah durian yang berasal dari Serang, Rangkasbitung, dan Pandeglang. Bahkan ada buah durian yang berasal dari Pulau Sumatera.

Durian yang rasanya juara adalah durian yang jatuh dari pohon. Biasanya pemilik pohon durian akan mengikat buah yang telah tua, saat matang akan bergelantungan kemudian dipanjat, diambil, dan dijual.

Harga durian dari pemilik pohon durian jauh lebih murah. Akan tetapi ketika sudah sampai kepada beberapa pedagang, harganya menjadi jauh lebih mahal.

Mengkonsumsi durian bukannya tanpa dampak negatif. Jangan coba-coba mengkonsumsi durian saat perut kosong. Bisa berdampak terhadap kesehatan yang dikenal dengan istilah "mabok durian" dampak terburuknya adalah kematian.

Durian dengan wangi yang khas juga tidak semua orang menyukainya. Bahkan ada juga orang yang tidak menyukainya karena tidak suka dengan aromanya.

Bagi saya durian adalah buah kesukaan. Saat musim durian orangtua (bapak) saat anak-anaknya masih kecil tiga bersaudara suka membelikan durian dalam jumlah yang banyak. Kami sekeluarga biasanya ramai-ramai "belah duren". Misalnya kalau beli durian 5 buah (biasanya kulitnya yang masih rapat, sulit dibukanya) dibuka satu persatu. Sambil tebak-tebakan ayo belah duren nya manis atau tidak. Bapak membelah kemudian kami berebut, sambil berkomentar tentang rasanya buahnya manis atau tidak, sampai semua buah duren dibuka dan habis tanpa sisa.

Saat musim duren, musimnya belah duren. Itu juga bagi yang menyukai buah berduri ini dengan bau yang menyengat dan rasanya yang manis.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Top deh durian Medan itu

07 Feb
Balas

Durennya bagus bangeeet... Pengen!

07 Feb
Balas

Wah suka yach, banyak Bu disekitar Balaraja sekitarnya, mmm rasanya TOP

07 Feb

Wuiiiihhhh....,pasti enak banget la itu. Pengen jugaaa. Baarokallah...Pak.

07 Feb
Balas

Wah ditempat ibu bagaimana? Apakah musim apakah?

07 Feb

Di Medan , duren selalu ada Pak , ntah darimana datangnya.

07 Feb

Di Medan , duren selalu ada Pak , ntah darimana datangnya.

07 Feb

Di Medan , duren selalu ada Pak , ntah darimana datangnya.

07 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali