Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Mungkinkan Suami Berbagi Cinta (Kajian Sudut Pandang Demografi)
Mozaik.Inilah.com

Mungkinkan Suami Berbagi Cinta (Kajian Sudut Pandang Demografi)

Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar di kawasan Asia Tenggara. Jika di dunia Indonesia urutan ke 4 setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

Berdasarkan sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 menunjukan bahwa jumlah penduduk perempuan jauh lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk laki-laki. Dalam kajian demografi (ilmu kependudukan) disebut sex ratio.

Sex ratio merupakan angka perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan dikali 100 %. Misalnya kota X berpenduduk 120.000 jiwa, penduduk perempuan 100.000 jiwa sedangkan laki-laki 20.000 jika. Maka sex rationya 20.000 x 100% =2000.000 dibagi 100.000 jiwa = 20 jiwa/100 penduduk perempuan. Jika disederhanakan 1:5, 1 laki-laki berbading dengan 5 perempuan.

Saat sensus mendatang di Indonesia yang akan dilakukan pada tahun 2020 tentunya jumlah penduduk perempuan akan jauh lebih besar, maka angka sex rationya diproyeksikan akan semakin banyak penduduk perempuan dibandingkan tahun 2010.

Kondisi tersebut akan memicu masalah sosial. Misalnya sex rationya 1 laki-laki berbanding dengan 4 perempuan. Jika seorang laki-laki memiliki istri satu (monogami) maka 3 perempuan tidak memiliki pasangan hidup. Tidak kebagian jatah laki-laki.

Pilihan dari 3 perempuan yang tidak memiliki pasangan adalah keluar dari Indonesia untuk merantau mencari jodoh, hidup menjomblo seumur hidup, fokus pada karier, hubungan tanpa status, menunggu para istri meninggal sehingga mengharapkan ada sang duda meminang, menyukai brondong, perselingkuhan, atau merebut suami orang. Lalu solusinya apa?

Tanyakan kepada para suami, mungkinkah berbagi cinta? Menambah ibunya anak-anak, 1, 2, 3, atau 4 (maksimal 4). Agama Islam sudah mengaturnya sejak ribuan tahun yang lalu. Akan tetapi seorang suami harus dapat adil jika belum bisa maka hendaknya satu saja itu jauh lebih baik.

Selain itu ada pertanyaan mendasar bagi para istri monogami. Apakah ikhlas berbagi suami dengan perempuan lain yang tidak kebagian jatah laki-laki? Ini pada akhirnya menjadi dilematis. Semuanya dikembalikan kepada kadar keimanan dan ketaqwaan seseorang patuh atau tidak terhadap aturan dari langit. Pihak laki-laki dan perempuan sama.

Maaf saya hanya menyampaikan fakta demografi tentang masalah yang muncul akibat sex ratio yang tidak berimbang antara penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan.

Bagi para suami tanyakan pada diri anda sendiri, mungkinkah sebagai suami akan berbagi cinta? Jawabannya hanya pribadi si suami yang bersangkutan dan Allah Swt yang tahu.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Pak Mulya yang harus jawab duluan pertanyaan ibu2, apakah akan menggenapkan menjadi 4 istri????

10 Oct
Balas

Kajian demografi yang mantap, tapi saya tetap ingin suami hanya milik saya seorang he he

10 Oct
Balas

Itu pilihan bunda

11 Oct

Saya jadi ingin tahu jawaban hati nurani para suami...hehehe. Sebenarnya para suami menilai poligami itu seperti apa? Selama ini, poligami hanya dipandang dari sudut pandang "hati wanita". Saya sangat tertarik dengan kalimat pak guru "Semuanya dikembalikan kepada kadar keimanan dan ketaqwaan seseorang patuh atau tidak terhadap aturan dari langit". Sungguh , kalimat ini luar biasa, cetar membahana. Jazakumullah khoiron katsiro untuk tulisan yang mampu menggugah "rasa" ini. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, pak guru.

10 Oct
Balas

Iya bunda konteks lain berbicara poligami berdasarkan realita demografi, jika dikaitkan dengam konsep islam pada akhirnya kembali kepada kepatuhan terhadap konsep ketuhanan, tapi semuanya pada akhirnya pilihan hidup

10 Oct

Sepertinya ttg hal ini, ada dalam buku sy pak. Yg pembahasannya dari empat aspek, sosiologis, yuridis, filosofis dan psikologis. Silahkan dicari jaeabannya, hehehe. Barakallah

10 Oct
Balas

Oh iya, ini bidang saya bunda geografi penduduk

10 Oct

Tulisan yang menarik. Susah jawab pertanyaan tingkat tinggi ini. Jawabannya kembali ke hati nurani para suami.

10 Oct
Balas

Dalam dunia pembuatan soal C6 pak, berdasarkan taksonomi blo revisi

10 Oct

Sepertinya saya belum rela untuk berbagi Pak Mulya...he...he...

10 Oct
Balas

Pilihan hidup bunda

10 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali