Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya

Menyikapi Kelulusan Siswa

Pendidikan di Indonesia sarat akan dinamika. Mulai dari konsep Ujian Nasional (UN) tidak menentukan kelulusan, kemudian UN menentukan kelulusan, UN perbaikan, UN berbasis komputer, dan kini UN tidak lagi menjadi faktor utama kelulusan. Lalu kelulusan kini ditentukan oleh sekolah/madrasah dengan kriteria yang ditentukan oleh pemerintah.

Lalu bagaimana menyikapi kondisi tersebut di lapangan antara para siswa kelas XII atau kelas akhir, pihak guru, dan pihak sekolah. Ternyata, sisa zaman jadul versi kelulusan dirayakan dengan mencoret-coret seragam masih saja ada yang melakukannya. Hal yang tidak ada manfaatnya, baiknya seragam mereka didonasikan untuk siswa yang membutuhkan/korban bencana alam.

Lalu bagaimana pihak sekolah menyikapinya? Sangat beragam, ada sekolah yang mendahulukan pengumuman kelulusan, ada yang mengumumkan pada saat sore hari, atau bahkan mengambil surat kelulusan di kantor kepolisian.

MAN 2 Tangerang sendiri lebih awal mengumumkan kelulusan dan melalui prosesi wisuda pelepasan dan kelulusan kelas XII. Setelah itu dilakukan maka surat kelulusan tetap mengacu kepada tanggal dari penerintah. Jika pada rentangan waktu tersebut siswa melakukan tindakan coret-coretan maka siswa yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan pihak kesiswaan. Ternyata hal tersebut berhasil.

Sudah beberapa tahun di MAN Tangerang budaya coret-coretan sudah hilang. Para siswa kelas XII sibuk mengurus semua berkas terkait dengan akan melanjutkannya pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Alhamdulillah MAN 2 Tangerang sendiri yang diterima di perguruan tinggi pada jalur tanpa tes terbanyak ke 2 se provinsi Banten.

Menghilangkan berbagai budaya kesia-siaan pada kalangan siswa harus terus diupayakan. Menciptakan tatanan budaya yang lebih baik, bermanfaat, dan bermartabat. Hal tersebut harus terus diupayakan oleh setiap lembaga pendidikan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Di sekolah kami alhamdulillah sudah hilang sejak 6 tahun lalu. Kegiatan perpisahan dengan mewajibkan berbaju adat ternyata sangat manjur.

14 May
Balas

Iya pak agus, coba semua sekolah berbenah dengan menggunakan metode yang inovatif dan kreatif. Menghilangkan budaya yang tidak bermanfaat, menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan harus selalu sarat akan makna pembelajaran dan terhindar dari banyak hal yang sia-sia. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

14 May

Setuju Pak, benar benar harus pantau para siswa . Sukses selalu dan barakallahu fiik

14 May
Balas

Iya bu Pipi, upaya pemantauan siswa perihal kelulusan sebenarnya buat kebaikannya mereka. Bisa dibayangkan jika ada masalah, maka sekolah/madrasah juga yang tekena dampaknya. Terima kasih atas apresiasi dan doanya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu buat ibu Pipi

14 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali