Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Menjadi Ayah Siaga, Mengapa tidak?
Sumber:pixabay

Menjadi Ayah Siaga, Mengapa tidak?

Biduk rumah tangga leader-nya ayah sedangkan ibu adalah fatner. Ada job deskripsi masing-masing saat dirumah. Job deskripsi yang utama adalah titah ilahi tentang hak dan kewajiban suami terhadap istri atau sebaliknya istri terhadap suami.

Saat cinta terpadu maka lahirlah buah cinta berdua yang menjadi tanggungjawab ayah dan ibu dunia akhirat. Kita menyebut mereka anak. Ada hak dan kewajiban anak yang harus diajarkan sejak dini. Pendidikan dikeluarga terbaik untuk anak dapat menjadi bekal mereka kelak setelah dewasa ketika sebagai orangtua kita tidak lagi mendampingi mereka.

Peran ayah sangat banyak, ayah sebagai kepala rumah tangga, leader, dan pengambil keputusan perlu dipertegas. Supaya organisasi sosial terkecil yaitu keluarga dapat berfungsi dengan baik sehingga tercapai keluarga sakinah, mawadhah, dan warohmah. Rumah menjadi surga bagi semua anggota keluarga.

Rumah menjadi tempat yang nyaman, sumber kebahagiaan, sumber belajar, tempat berbagi kasih sayang, dalam naungan agama dan keilmuan dunia yang semata-mata untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Semoga sekeluarga dapat berkumpul kembali di Surga-Nya.

Peran ayah harus menjadi sosok panutan, adil, bijaksana, dan harus tepat dalam mengambil keputusan. Saat posisi ayah sebagai pengambil keputusan, maka ada tantangan dalam keluarga, ayah harus selalu menjadi orang baik dan selalussiaga.

Mengapa harus baik dan siaga? Baik terhadap semua hal dan siaga terhadap kebutuhan keluarga. Terkadang saat ibu sedang sakit maka ayah harus dapat mengantikan posisi ibu untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saat istri berbelanja ayah juga bisa siaga untuk mendampingi, bahkan saat persalinan ayah harus bisa diandalkan. Banyak lagi hal yang lain dimana ayah harus siaga untuk menjadi ayah terbaik di keluarga.

Semoga saja para ayah dapat menjadi ayah terbaik untuk istri dan anak-anaknya. Jika kita dapat menjadi ayah terbaik maka kelak anak-anak kita akan bersikap sama seperti ayahnya. Jika keturunan kita baik maka bangsa ini juga akan menjadi bangsa baik dan akan berefek baik terhadap kemajuan bangsa, negara, dan agama.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali