Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Membuat Layang-Layang Kaitannya Dengan Kedekatan Anak dan Ayah

Membuat Layang-Layang Kaitannya Dengan Kedekatan Anak dan Ayah

Saat musim kemarau ada hal yang berbeda di wilayah kampung dimana saya tinggal. Hampir setiap anak lelaki anak-anak sampai dengan remaja bermain layangan.

Berbeda dengan di wilayah perkotaan. Layang-layang dibeli kemudian dinaikan. Dikampung saya berbeda. Justru layangannya dibuat sendiri. Berikut ini cara membuat layangan yaitu:

Bahan:

  1. Sebilah bambu kering dengan mata bambu/membataa antar ruang bisa juga mengunakan lidi dari pelepah kelapa yang baru jatuh dari pohon. Warga kampung sering menyebutnya "balarak".
  2. Benang untuk mengikat rangka layangan.
  3. Kertas wajik/koras bisa juga mengunakan plastik kresek
  4. Lem/obat nyamuk bakar.
  5. Pisau untuk menyerut bambu.

Cara membuat:

  1. Bilah bambu kering dibelah dibagi menjadi beberapa bagian kecil seukuran sumpit, jika mengunakan lidi buang daun kering pada pelepah kelapa, pilih berberapa lidi yang ukuranya lurus tidak bengkok.
  2. Bilah bambu kemudian diserut pake pisau, bagian mata bambu bagian tengah lebih besar dan mengecil ke ujung. Kemudian pastikan beratnya berimbang antara kiri dan kanan. Acuan pengukuran pada batas bambu. Sedangkan untuk lidi ikat dua lidi, ikatan lidi acuan tengah untuk menukur keseimbangan. Setelah seimbang baik bilah bambu atau lidi ikat pada ujung bambu/lidi.
  3. Sisa bambu kemudian diserut untuk bambu tulang punggung layangan. Jangan terlalu kecil dan besar. Pada bagian ujung punggung layangan ikat bambu lurus blayangan pada ujung punggung bambu.
  4. Ikat kepala layangan dengan bambu tulang punggung layangan. Sebelumnya tulang punggung layangan di sodet supaya sayang layangan ketika diikat tidak lari. Kemudian ikat tali pada ujung kayu pada ujung punggung layangan.
  5. Kerangka layangan siap dipasang kertas wajik/koras atau plastik.
  6. Jika mengunakan kertas wajik/koras mengunakan lem pada seluruh ujung rangka kertas. Jika mengunakan plastik ujung plastik dilipat kemudian di bakar dengan mengunakan obat nyamuk. Sehingga antar pelastik rapat terbakar.
  7. Layangan siap dinaikan, setelah pada rangka dipasang tali kemudian dibuat berimbang dan diikat benang dan siap dinaikan.

Anak-anak dan remaja bahkan para orangtua laki-laki turut serta. Biasa mereka menaikan layangan saat pagi (sabtu-minggu) dan sore hampir setiap hari.

Membuat layangan adalah hal kreatif. Selain itu mendekatkan antara anak lelaki lelaki ayah-ayahnya. Ada keakraban yang sulit didapatkan kecuali saat musim kemarau. Sungguh moment berharga.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali