Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Mahar Politik itu
Dinamika Jambi

Mahar Politik itu "Berbahaya"

Tahun politik adalah tahun dimana setiap orang berlomba untuk merebut hati pemilih (rakyat). Lalu apakah ada yang tidak dipilih oleh rakyat? Ada, biasanya untuk suatu jabatan yang ditunjuk langsung oleh atasan. Terlepas dari itu semua ada upaya memenangkan kontestasi politik untuk menduduki suatu jabatan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap seorang yang terpilih setelah menjabat. Apakah tulus saat menjabat atau ada niat terselubung setelah menjabat?.

Salah satu upaya memenangkan kontestasi politik dengan mengeluarkan mahar politik. Jika mahar politik dari para pendukung tanpa ada tendensi apapun lain masalah. Akan tetapi jika mahar politik mengunakan uang pribadi, maka ada keinginan untuk mengembalikannya setelah menjabat. Lalu cara apa yang dilakukan untuk mengembalikan mahar politik tersebut? Tentunya dalam melakukan program kerja atau berbagai proyek/kegiatan pada saat menjabat, dimana akan berupaya mengeruk banyak keuntungan untuk mengembalikan mahar politik.

Sangat kentara kasak-kusuknya seseorang yang telah menjabat yang ingin mengembalikan mahar politik yang telah dikeluarkan saat kegiatan pemilihan. Apakah rakyat atau orang-orang pada lembaga tempatnya ditugaskan tidak akan menyadari? Tentunya akan menyadari, mengapa? Setiap orang yang menjabat ketika berusaha mendapat keuntungan ibarat pedagang. Akan ada pertimbangan untung rugi dalam segala aktivitasnya. Mahar politik itu berbahaya, seseorang pada akhirnya memimpin untuk mengembalikan modal yang telah digunakan, kelak lanjutannya akan memperkaya diri sendiri.

Berbeda dengan jabatan sebagai amanah. Menjabat tetap mewakaqkan tubuh dan pemikirannya untuk menjadi pemimpin yang baik. Tindak tanduknya dalam memimpin laksana nabi dan manut dengan perintah dari langit. Bukan karena keserakahan nafsu dalam memimpin. Semoga Indonesia terhindar dari para pemimpin yang mengunakan mahar politik untuk menduduki suatu jabatan. Aamiin

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mahar politik ujung-ujungnya masuk bui.Selamat beraktivitas pak Mulya.

09 Feb
Balas

Iya pak, ingin menjabat kalau obsesi yah begitu. Jabatan itu adalah amanah, maka amanah dipertanggungjawabkan pada penguasa langit. Terima kasih pak Kas Pani atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat pak Kas Pani

09 Feb

Setuju pak, mahar politik bisa mendatangkan mudlarat

08 Feb
Balas

Iya pak, diberbagai media televisi dan mediasosil tayangan politik sangat rendah edukasi. Terima kasih sudah berkenan mampir dan memberikan apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat Pak Ali Ansori

08 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali