Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya

Maaf, PPDB Madrasah Sudah Tutup

Hari ini saya datang ke madrasah walaupun masih kondisi liburan. Guru sebagai tenaga fungsional masih libur. Berbeda dengan struktural yang tetap masuk madrasah. Sesuai kalender pendidikan siswa dan guru akan masuk madrasah pada Senin, 15 Juli 2019. Itupun siswa baru yang akan melaksanakan Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama). Proses belajar mengajar untuk siswa kelas XI dan XII pada minggu depannya.

Sebenarnya saya ke madrasah mau mengambil berkas tertinggal. Pada saat bertemu dengan beberapa pegawai tata usaha ternyata banyak orangtua yang akan mendaftarkan putra/inya karena tidak diterima di sistem zonasi SMA negeri. Pada wilayah Kecamatan Balaraja hanya ada 3 sekolah negeri, Satu MAN 2 Tangerang dan dua sekolah negeri dibawah dinas yaitu SMAN 1 Kabupaten Tangerang dan SMAN 19 Kabupaten Tangerang.

Kedua sekolah tersebut sudah memenuhi kuota. Lalu orangtua siswa yang tidak diterima bingung ingin mendaftar ke sekolah negeri luar kecamatan terhambat sistem zonasi. Alhasil mereka datang ke MAN 2 Tangerang untuk mendaftar.

MAN 2 Tangerang sendiri telah selesai melakukan PPDB, kami telah melakukan tes penempatan jurusan MIA, IIS, dan IIK. Semua kelas untuk siswa kelas X telah terpenuhi. Sehingga saat ada orangtua yang tidak diterima karena sistem zonasi ingin mendaftar hanya bisa menyarankan untuk bersekolah di sekolah swasta. Maaf, PPDB madrasah sudah tutup, ucap kami.

Berdasarkan pembicaraan dengan para orangtua. Anak-anak mereka berprestasi sehingga ingin bersekolah di SMA negeri ternyata kuota prestasi dan luar zonasi terbatas sehingga gagal masuk.

Saran dari panitia sekolah yang dituju paling mudah masuk sekolah negeri sekarang dengan sistem zonasi adalah jarak rumah terdekat dengan sekolah itu perioritas utama.

Saya sebagai guru sekaligus orangtua yang mempunyai anak usia sekolah turut merasakan dan hanya bisa berempati kepada para orangtua yang anaknya tidak diterima karena sistem zonasi.

Semua orangtua berharap mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk putra/i. Apa mau dikata zonasi membuat mereka harus memilih sekolah alternatif.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Ya, Pak. Banyak anak dan orang tua yang harus merasakan hal seperti itu. Kasihan sekali sebenarnya.

02 Jul
Balas

Iya pak Edi, saya juga tidak tega. Mereka memohon supaya bisa diterima dinegeri. Tapi mau bagaimana lagi saat pembatasan tersebut. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu Barakallah

02 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali