Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Lemburan oh Lemburan
Lemburan pilihan atau keharusan?

Lemburan oh Lemburan

Bekerja merupakan hal lumrah. Mau bagaimana cara kita berkerja itulah pilihan hidup. Bidang apa yang mau kita geluti? Apakah bidang ekonomi, politik, pendidikan, industri, pertambangan, perdagangan, jasa, kesehatan, transportasi, dan lain sebagainya.

Bekerja adalah salah satu perjuangan hidup untuk hidup lebih baik. Melalui bekerja kita rintis berbagai rencana hidup kemudian kita ikhtiarkan untuk direalisasikan. Tentunya jangan salah kaprah sebagai makhluk beragama harus selalu disertai dengan doa supaya berkah, mendapatkan ridho Ilahi.

Berkerja terkadang membutuhkan waktu ekstra. Waktu diluar jam normal berkerja yang yang disebut lembur.

Bagi karyawan lembaga dikenal istilah shif 1 (waktu normal bekerja) saat ada tawaran lemburan dari lembaga ada shif 2 (sore sampai waktu tengah malam), dan bahkan shif 3 (tengah malam sampai pagi hari).

Lain halnya seperti saya seorang guru. Lemburan itu dilakukan ketika waktu sudah mepet pasca penilaian.

Maklum saja guru tunggal di satu madrasah dengan jumlah jam mengajar 36 jam tatap muka dengan bidang tambahan yang melekat pada jabatan.

Lemburan guru yaitu mengkoreksi. Hal tersebut sebenarnya telah menjadi rutinitas. Kendalanya waktu pengerjaanya belum ketemu. Sehingga mau tidak mau harus meluangkan waktu khusus dengan lemburan. Mungkin saja ini dilakukan oleh saya saja tidak dengan guru yang lain. Soal pilihan ganda mudah, menggunakan mesin scanner pun bisa akan tetapi lain halnya dengan soal uraian. Serunya sehingga membutuhkan waktu lama adalah membaca tulisan jawaban siswa, sesuatu wow. Anggap saja membudayakan kebiasaan membaca.

Lemburan oh lemburan. Pada dasarkan ini hanya pola pikir kerja saja. Keinginan untuk menyelesaikan sesuatu yang menjadi tugas kita. Mengalokasikan waktu khusus sehingga tidak mengganggu pekerjaan yang lainnya. Sehingga di tentukan lah waktu khusus. Misalnya malam ini.

Ah..niatkan saja bekerja itu untuk kepuasaan diri. Niatkan saja sebagai ibadah. Memberikan kebaikan kepada peserta didik karena lemburan yang dilakukan untuk mereka. Proses pendidikan mereka.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Setuju Pak, niatkan semua pekerjaan hanya karena ibadah dan mencari ridho-NYA

13 Mar
Balas

Iya, pak semoga kita selalu dapat istiqomah

13 Mar

terbayang Pak saat mengoreksi yang jadi bagian dari tugas guru. Ini ada PAT ada soal USBN dan pemberkasan semua itu tidak mungkin semua biaa dikerjakan di sekolah

13 Mar
Balas

Setuju

13 Mar

lembur berarti butuh energi ekstra. Salam sehat dan kuat.Pak

13 Mar
Balas

Iya pak, mohon doanya selalu sehat

13 Mar

Betul Pak..niatkan ibadah dan hadapi dg senyuman insyaAllah berkah..aamiin. semanga Pak..jangan lupa jaga keaehatan...

13 Mar
Balas

Terima kasih

13 Mar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali