Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Kokoy Bertahan dalam Keterbatasan
Dokumentasi Penulis

Kokoy Bertahan dalam Keterbatasan

Kokoy adalah seorang tukang parkir. Saat kondisi tubuhnya tidak normal. Parkir tersebut inisiatifnya padahal wilayah tersebut seharusnya bebas parkir.

Berbekal pluit, tas tempat menyimpan uang hasil pemberian uang parkir, dan tongkat dengan ujung dikat plastik kresek. Walaupun dengan keterbatasan Kokoy bersusah payah memarkirkan kendaraan masuk dan keluar lokasi parkir minimarket. Kadang ada orang yang memberi uang parkir, kadang pula tidak.

Saya hafal betul dengan cerita hidupnya karena tinggal sekampung. Pada awal dilahirkan kedua orangtuanya seolah tidak peduli karena kondisi tubuhnya yang cacat.

Saat memasuki usia balita hanya bisa ngesot (bergerak dengan bantuan tangan, dimana sambil mengerakan bokongnya) untuk bergerak dari satu tempat ketempat lain. Usahanya untuk terus bisa bergerak begitu sangat kuat.

Lalu saat tubuhnya semakin besar, Kokoy mengunakan sepeda roda tiga bekas untuk balita supaya bergerak dari satu tempat ketempat lain mengunakan bantuan sepeda roda tiga tersebut.

Kemudian suatu ketika, Kokoy kecil mencoba berjalan tanpa bantuan siapapun. Berjalan dengan sambil memegang tembok sedikit demi sedikit. Kemudian mencoba berjalan tanpa berpegangan.

Saat itu saya mengetahuinya begitu senangnya Kokoy bisa berjalan. Semua orang yang hadir dilokasi bertepuk tangan, mengetahui Kokoy bisa berdiri dan berjalan. Maaf selama berjuang untuk bisa berjalan saya tidak pernah melihat ibu atau bapaknya mendampinginya.

Pada suatu ketika, saya sangat sedih ketika Kokoy membawa koran dengan tulisan besar. Kokoy bertanya kepada saya, dengan suara cadel dan air liur menetes dari bibirnya "Bang apa bacaannya ini?". Saya balas bertanya " Kokoy tidak diajarkan membaca sama ibu dan ayahnya?, kenapa Kokoy tidak sekolah? Kokoy jika mau belajar membaca boleh ke rumah pak Guru untuk belajar? "Jawabnya "Iya, ga diajarin, mau sekolah malu, apalagi belajar di rumah pak Guru". Saya tidak bisa memaksakannya.

Terlepas dari semua itu walapun tidak bersekolah, saya perhatikan inisiatifnya sungguh luar biasa. Tidak mau mengemis akan tetapi mampu memanfaatkan peluang sekecil apapun. Misalnya saja jika ada acara resepsi atau sejenisnya, Kokoy inisiatif menjadi tukang parkir. Diberikan makanan bahkan upah oleh yang punya acara.

Jika sedang tidak ada acara. Hal yang dilakukannya adalah menjadi tukang parkir didepan salah satu minimarket di perumahan sebelah kampung. Kerjanya sangat ulet. Berangkat pagi dan pulang bisa pukul 19.00 malam.

Berberapa kali saya bertemu saat pulang bekerja dan mengajaknya naik motor untuk menuju ke arah kampung yang jaraknya lumayan jauh.

Saat saya menulis ini, saya memperhatikan aktivitas Kokoy selama menjadi tukang parkir. Pengunjung minimarket ada yang memberikan uang parkir atau tidak, tidaklah masalah. Saat tidak diberikan tetap tersenyum. Saat diberikan mengucapkan terimakasih.

Saya coba bertanya terkait dengan aktivitasnya saat menjadi petugas parkir. Banyak orang yang iba dan peduli seperti memberikan makanan, minuman, bahkan terkadang ada yang memberikan uang parkir relatif besar tanpa mau diberi kembalian.

Semangatnya itu sangat luar biasa. Kokoy saja bisa, yang memiliki banyak keterbatasan. Apalagi kita yang normal idealnya jauh lebih baik.

Luar biasa, tanpa ada kata menyerah dari Kokoy. Terus berusaha melakukan apapun sesuai kemampuan. Tidak mengenal kata menyerah. Walaupun keluarganya seolah. tidak peduli tetapi Kokoy bisa membuktikan dirinya bisa bertahan hidup dalam keterbatasan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Subhanallah. Orang yang memiliki tubuh normal dan rezeki yang cukup kadang-kadang selalu merasa kurang dan kurang. Jerat dunia sering menguasai hati dan pikiran. Semoga Kokoy menjadi pelajaran bagi kita. Salam literasi!

10 Feb
Balas

Iya bu, ejekan teman seusianya tidak pernah membuat dirinya minder karena tubuhnya yang abnormal. Saya melihat ada semangat pantang menyerah pada dirinya. Menjalani hidup tanpa mengeluh. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

10 Feb

Mengajarkan utk selalu bersyukur....terima kasih atas wejangan yg bermanfaat ini.

10 Feb
Balas

Iya bu. Kokoy saja bisa, bagaimana dengan manusia normal seperti kita. Semoga saja jadi pembelajaran. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat ibu Mahniar

10 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali