Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Kerbau
Kerbau. Sumber: Dokumentasi Penulis

Kerbau "Hewan Langka" Wilayah Pertanian di Tengah Himpitan Kawasan Industri Tangerang

Banten sebagai provinsi paling barat pulau Jawa berbatasan langsung dengan ibu kota negara Jakarta.

Jakarta sebagai pusat pertumbuhan memberikan pengaruh langsung terhadap kab/kota yang berbatasan langsung seperti kota Tangerang, kota Tangerang Selatan, dan kabupaten Tangerang khusus wilayah Banten.

Kota Tangerang dan kota Tangerang Selatan memproklamirkan diri sebagai kota perdagangan dan jasa. Lain halnya dengan kabupaten Tangerang fokus dengan kawasan Industri.

Resiko Kabupaten Tangerang sebagai kawasan Industri banyak hal yang mengalami perubahan. Hal yang paling kentara adalah wilayah pertanian yang sudah mengalami perubahan menjadi kawasan industri. Ditambah aktivitas pertanian sudah semakin mengkhawatirkan. Warga kampung lebih bangga menjadi buruh pabrik dibandingkan menjadi petani.

Dahulu wilayah kabupaten Tangerang sebagian besar wilayah pertanian. Warga umumnya memiliki kerbau atau sapi untuk membajak sawah. Hiruk pikuk seharian warga saat musim tanam tiba. Bapak-bapak membawa pacul ke sawah sambil menuntun kerbaunya untuk membajak lahan persawahan. Saat siang para ibu membawa rantang, makanan bawaan untuk para suami disawah diantar oleh anak-anaknya saat bawaan makan siang terlalu banyak.

Semua itu kini tinggallah kenangan. Penduduk lebih suka menjadi buruh pabrik dibandingkan menjadi petani. Hampir tidak ada calon-calon petani generasi muda yang mau kesawah. Hanya generasi old yang tersisa yang masih berprofesi petani. Karena ketidakadaan generasi penerus maka seolah ada keputusasaan dari pemilik tanah akhirnya tanah pertanian pun dijual. Tadinya lahan persawahan berubah menjadi industri, gudang, atau perumahan.

Petani persawahan sudah semakin sedikit. Program pemberian traktor untuk para petani dilakukan. Semakin terpinggirkan saja penggunaan kerbau untuk membajak lahan persawahan. Andaikan dibandingkan secara lingkungan kerbau jauh lebih aman karena tidak ada polusi dibanding traktor yang berbahan bakar bensin.

Kondisi tersebut bajak tradisional dengan tenaga kerbau semakin langka bahkan ditinggalkan. Andaikan ada hewan ternak seperti kerbau atau sapi hanya untuk dipelihara kemudian dijual saat hari raya qurban tiba.

Warga kampung dapat dihitung dengan jari yang memiliki hewan ternak kerbau. Kerbau ditempat saya merupakan hewan langka. Karena jarang yang orang yang memilikinya. Resiko kawasan industri terjadi perubahan diberbagai bidang lini kehidupan.

Sering dengan kemajuan zaman kita tidak dapat menghindarinya. Kita hanya berusaha mempertahankan tradisi lama yang memang dianggap baik. Perkembangan zaman ketika itu baik silahkan saja akan tetapi hendaknya ada keseimbangan dengan tradisi lokal. Semoga saja kemajuan zaman dan tradisi lokal dapat berdampingan. Semoga saja.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

kalau saya mau nengok anak di STPI Curug saya masih melihat beberapa kerbau dan sapi yang digembala di sekitar tanah lapang yang saya lewati. Tapi mungkin akan jadi langka beberapa tahun ke depan.

11 Mar
Balas

Iya bunda, perkembangan wilayahnya sangat pesat, Curug ada kecamatan selisih 3 kecamatan dengan tempat tinggal saya di Kecamatan Cisoka bu

11 Mar

Saat masih kecil, sy suka naik kerbau, Pak Mulya.

11 Mar
Balas

Iya pak, malah suka balapan kerbau, mandiri kerbau

11 Mar

Wuadduh masih aya keneh munding pak di kota?

11 Mar
Balas

Leres bu, bahuela mah seueur pisan, ayeuna ya kebon/atanapi sawah Jeung ngencarkeuna tos teu aya, eiu heh kabarenehan wae ningali

13 Mar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali