Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Kemunafikan Politik
Kegiatan politik. Sumber:https://monsawai.wordpress.com

Kemunafikan Politik

Menjelang pilkada serentak tahun 2018. Kemudian disusul pemilu pada tahun 2019 di negara Indonesia yang kita cintai. Sarat akan aktivitas politik.

Pilkada bagian dari ranah politik. Apa itu politik? Politik merupakan seni untuk memperoleh kekuasaan. Idealnya cara yang dilakukan baik dan benar akan tetapi pelaksanaanya cendrung menghalalkan segala macam cara untuk memenangkan hajatan politik tersebut.

Mau masuk kedunia politik kendaraanya adalah partai politik. Silahkan saja tinggal memilih partai yang mana yang akan dijadikan kendaraan politik untuk meraih kekuasaan di negara tercinta ini.

Memasuki dunia politik apabila tidak memiliki dasar keimanan yang kuat akan terjebak pada kemunafikan politik. Para bakal calon kepala daerah kab/kota, gubernur, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakikan Daerah (DPD)/Senator, bahkan bakal calon presiden dan wakil presiden akan melakukan tebar pesona tidak menjadi dirinya sendiri.

Para bakal calon mempromosikan program sesuai keinginan rakyat setelah terpilih lupa bahwa pernah menyampaikan program tersebut dan harus direalisasikan. Sehingga janji politiknya tidak terpenuhi.

Kemunafikan politik ini sangat erat dengan ciri-ciri orang munafik dalam konsep Islam yaitu:

  1. Apabila diberi amanah ia berkhianat. Saat seseorang terpilih secara politik kemudian mengabdi dengan jabatannya. Ada yang sukses menjadi pemimpin yang baik ada pula yang berkhianat dengan amanahnya seperti melakukan korupsi saat menjabat. Amanah yang diembannya dikhianati dengan cara merampok uang rakyat.
  2. Jika ia berbicara berdusta. Menjelang pemilu para bakal calon akan melakukan kegiatan kampanye diberbagai media baik cetak maupun elektronik. Kampanye tersebut menyampaikan programnya supaya masyarakat pemilih tertarik. Program yang disampaikan terkadang tidak ada korelasi dengan realisasi dilapangan setelah terpilih. Sudah berjanji dengan programnya ternyata berdusta dalam pelaksanaanya.
  3. Jika berjanji ia ingkar. Para bakal calon banyak memberikan janji tetapi saat terpilih mengingkarinya. Seolah lupa ingatan bahwa telah memberikan janji. Janji adalah hutang seharusnya ditepati dengan cara apapun.
  4. Jika bermusuhan ia keji. Saat ada partai terpilih kemudian berkuasa. Partai yang menang atau kalah merupakan lawan politik yang harus dikalahkan. Cara apapun akan dilakukan untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Sebenarnya politik dapat dijadikan sarana untuk memajukan suatu bangsa begitu halnya dengan Indonesia. Dalam mewujudkannya tidaklah mudah. Memerlukan kesamaan persepsi dalam memajukan bangsa. Pondasi utamanya adalah ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarata perwakilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sembayannya bhineka tunggal Ika serta dasar hukumnya adalah UUD 1945.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali