Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Kemiskinan itu Masih Ada Wahai Para Pembesar Negara
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=709802859446111&id=100012492098658

Kemiskinan itu Masih Ada Wahai Para Pembesar Negara

Hidup adalah pilihan. Semuanya tergantung pada proses hidup yang dijalani. Landasannya adalah kesadaran diri untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan. Akan tetapi bagi penduduk desa, bisa menjadi pengecualian.

Penduduk desa umumnya berprofesi sebagai petani. Edukasinya secara turun temurun dari para orangtua sebelumnya. Sehingga ada diantara mereka yang abai terhadap pendidikan. Umumnya hanya sampai SD/SMP. Selain itu mereka masih ada yang apriori terhadap program keluarga berencana. Anggapan pada masyarakat desa bahwa setiap anak adalah rizki seolah mendarah daging. Banyak adalah suatu kebanggaan bagi mereka.

Fakta itu ternyata masih ada di era zaman now yang berbasis teknologi dan informasi zaman revolusi industri 4.0. Fakta itu akhirnya terungkap. Teman di satu komunitas Keluarga Besar Mahasiswa Barat Tangerang (KB Mahabarata) yang fokus pada penanganan masalah sosial masyarakat, mengungkap masalah tersebut. Mencoba membantu dengan berbagai daya dan upaya untuk sedikit meringankan beban mereka. Apapun bentuknya.

Mereka tidak meminta dikasihani, tetapi bagaimana kita yang hidup lebih baik dari mereka, bisa memberikan sedikit bantuan untuk meringankan beban hidup mereka.

Hendaknya pihak terkait dipermerintahan juga bisa memberikan perhatiannya kepada mereka. Saya berkeyakinan ini bukan hanya di Banten, tetapi juga daerah lain di Indonesia.

Mereka juga sadar bahwa itu pilihan hidupnya. Tetapi hidup harus tetap berjalan apapun kondisinya. Akan tetapi setidaknya kepedulian sosial harus ditumbuh kembangkan oleh semua kalangan. Kepedulian terhadap orang lain, yang hidupnya tidak seberuntung kita.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Kepedulian sosial sempurnakan iman di hati yang ciptakan kesalihan soasial. Sukses selalu dan barakallahu fiik

12 Jul
Balas

Iya bu Vivi Setuju banget. Terima kasih atas apresiasi dan doanya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

12 Jul

Allahu Akbar... Miris melihatnya sedih dadaku sesak...tolonglah mereka ya Allah

12 Jul
Balas

Iya pak tidak tega rasanya. Bagaimana mereka harus berjuang hidup. Kita masih lebih beruntung dibandingkan mereka. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

12 Jul

Pembesar negara sangat perlu berpenglihatan mata dan hati yg kontekstual. Bukan hanya kontekstual lip service spy keren berorasi dan bernarasi. Salam santun.

12 Jul
Balas
search