Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya

Hidup Era Digital Wow?

Siapkah kita hidup pada zaman now. Zaman era digital. Revolusi industri 4.0. Suka atau tidak suka harus beradaptasi dengan kehidupan di era digital. Hampir semua lini kehidupan berbasis digital.

Era digital dimulai sejak dketemukannya facebook (fb). Pada saat itu fb begitu booming. Kemudian banyak yang berupaya menduplikasi segmen dari fb apakah hanya berbagi status, gambar, bahkan video. Muncullah berbagai aplikasi di media sosial seperti twitter, instagram, line, wechatt, telegram, dan lain sebagainya.

Ternyata sejalan dengan perkembangan media sosial, internet menjadi banyak digunakan. Apalagi jaringan internet semakin baik mulai dari 2G, 3G, dan terbaru diketemukannya jaringan 4G oleh WNI yang bekerja di Jepang. Akses internet sehingga menjadi jauh baik. Media sosial dan internet saling mendukung satu sama lain.

Lalu seolah ada kesepakatan tidak tertulis bahwa semua aktivitas manusia bisa digitalisasi dengan berbasis internet dengan jaringan skala nasional maupun internasional. Mengambil manfaat positif dari era digital akan tetapi dampak negatif tetap harus diwaspadai.

Perkembangan era digital diluar negeri lebih pesat di bandingkan Indonesia, sehingga Indonesia ada upaya untuk mengikutinya. Lebih-lebih penduduk Indonesia terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan India yang bisa dijadikan pasar online atau digitasi dengan uang digital. Konon tingginya penggunaan internet di Indonesia bisa berdampak terhadap peningkatan dan masalah sosial bangsa.

Lalu digitasi di Indonesia dimulai kapan? Berawal dari ide KTP elektronik yang sarat akan korupsi, nomor handphone berbasis NIK dan Kartu Keluarga, email menjadi keharusan dalam melakukan berbagai aktivitas keseharian, pajak menggunakan email, pembelajaran daring, ebanking, absensi mengunakan finger, absensi online, diklat online, PPG online, ujian nasional berbasis komputer/online, tes PNS online, bahkan transportasi untuk pemesanan dan pembelian tiket juga secara online, dan lain sebagainya.

Semuanya pada akhirnya berbasis digital. Bahkan alat pembayaran juga menggunakan uang digital. Berbasis ATM/Kartu debit/handphone semuanya bisa digunakan untuk melakukan transaksi keuangan.

Itulah hidup pada era digital. Lalu bagaimana menyikapinya? Jika seseorang tidak membuka diri maka akan tertinggal kemajuan zaman sehingga akan gagap teknologi. Saat semua orang melakukan apapun berbasis digital, kita masih manual akan menyebabkan ketersesatan di era digital. Menjadi alien di era digital.

Mengikuti perkembangan era digital tidaklah mudah. Seseorang harus kembali belajar. Membuka mata dan hati. Mencoba berkompromi dengan era digital. Dengan demikian seseorang akan adaptasi dengan kemajuan zaman dengan era digital.

Hidup di era digital suka tidak suka harus dijalani. Sadari bahwa hidup harus terus berproses. Berupaya melakukan adaptasi dengan semua lini kehidupan berbasis digital. Hal tersebut dilakukan supaya kita tidak tergerus kemajuan zaman.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Paparan yang luar biasa Pak Mulya. Mau tak mau, suka tak suka zaman terus berubah dan hanya katak yang boleh di bawah tempurung. Sehat n sukses selaly Pak. Barakallah

12 Jun
Balas

Iya bunda. Saling mengingatkan. Bahwa zaman terus berproses. Terima kasih atas apresiasi dan doanya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

13 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali