Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Hanya Senyum Sang Pengobat

Hanya Senyum Sang Pengobat

Namanya adalah Bunga. Sosok perempuan yang tak pernah menyerah pada keadaan. Perjuangannya begitu gigih menghantarkannya ke puncak keberhasilan. Saat orang lain berkata tidak, bagi Bunga apapun bisa diwujudkan, asalkan mau berusaha dan bersungguh-sungguh.

Bunga adalah seorang gadis pendiam akan tetapi memiliki tekad yang kuat. Dalam diamnya ia akan berusaha sekuat tenaga tuk meraih apa yang dicita-citakanya.

Bunga berkata dalam hati "Aku akan membuktikan pada dunia bahwa aku bisa, sebatas yang akan aku lakukan untuk kebaikan yakinlah bahwa Allah akan selalu bersama ku"

Bunga bersekolah disalah satu SMA negeri yang ada di Jakarta. Selama bersekolah banyak prestasi yang telah ditorehkan Bunga walaupun dalam diamnya.

Bunga cendrung pemalu karena pola pendidikan dirumah yang berpengaruh terhadap sikap dan prilaku kesehariannya. Disiplin yang tinggi dan mengedepankan orientasi belajar yang fokus dan target harus tercapai itu yang ditanamkan oleh kedua orangtuanya. Sehingga dasar pendidikan dirumah tersebut saat Bunga disekolah menjadi dasar pijakan untuk banyak prestasi diberbagai bidang terutama dalam bidang bahasa Inggris.

Bunga hari itu sangat riang. Sudah dinyatakan lulus melalui jalur tes Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) tahun 1998 silam. Bersama beberapa temannya yang juga diterima di kampus-kampus lainnya di Jakarta dan seluruh Indonesia.

Bunga di terima di Kampus negeri di Jakarta, jurusan yang didapatkan Bunga adalah pilihan kedua karena sebenarnya ia lebih menyukai bahasa Inggris.

Walaupun demikian Bunga berkeyakinan apabila Tuhan mengizinkan tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup itu. Apapun bisa diraih ketika kita mau berusaha. Allah pasti akan memberikan jalan yang terbaik untuk umatnya yang mau berusaha dan berdoa.

Masa perkuliahan pun di telah dimulai, ospek sudah diselesaikan, sehingga Bunga memiliki banyak teman dari seluruh Indonesia yang ia kenal. Baik satu jurusan maupun lintas jurusan. Menjelang hampir satu tahun berlalu Bunga telah mengenal sosok lelaki teman jurusannya yang enak diajak bicara dan begitu perhatian. Rasa itu pun tetap terpendam.

Sampai akhirnya Bunga mendapatkan informasi pembukaan tes untuk pindah jurusan ke Bahasa Inggris. Bunga berpikir cara tepat untuk melupakan sosok lelaki teman kuliahnya yang selama ini memberikan perhatian.

Saat itu jurusan Bahasa Inggris pun membuka peluang pindah jurusan dari jurusan lain. Setelah masa kuliah telah berlangsung dua semester.

Akhirnya Bunga bersama teman-teman satu jurusan mendaftar untuk mencoba keberuntungan di Jurusan Bahasa Inggris. Bahkan teman satu jurusannya pun selain yang ikut tes tidak mengetahui keiikutsertaan mereka dalam tes tersebut. Asumsi Bunga malu apabila sudah tes ternyata tidak lulus.

Pengumuman pun tiba. Bunga bergumam "Ya Allah mudah-mudahan lulus di jurusan Bahasa Inggris" langkahnya pun penuh keyakinan menuju papan pengumuman di Fakultas Bahasa dan Seni khusus untuk jurusan bahasa Inggris. Ternyata sudah terdapat beberapa mahasiswa yang melihat-lihat hasil tes. "Semoga saja aku diterima" gumam Bunga.

Bunga mempercepat langkahnya untuk melihat papan pengumuman, setelah didepan papan pengumuman Bunga melihat-lihat deretan nama yang terpampang "Alhamdulillah nama ku ada, terima kasih ya Allah" Bunga berkata sendiri. Pada akhirnya Bunga diterima bersama dua rekannya satu jurusan yang mengikuti tes pindah jurusan di jurusan bahasa Inggris.

Semoga ini awal yang baik pikir Bunga. Bahasa Inggris adalah jurusan yang di idam-idamkan selama ini. "Semoga aku bisa lulus cepat, terima kasih ya Allah" bunga menguatkan tekadnya.

Hari berikut segala berkas persyaratan proses pindahan diselesaikan, proses pamitan ke pihak jurusan Geografi dilakukan selama dua semester ini.

Tak kuasa Bunga untuk melakukan perpisahan dengan semua teman jurusannya. Hanya beberapa orang saja yang diberitahu. Bahkan dengan sosok laki-laki temannya dijurusan yang selama ini merasa dekat pun tidak dilakukannya.

Bunga berkeyakinan fokus saja dengan jurusan yang baru. Karena sudah tertinggal satu tahun sehingga harus mengejar kelulusan supaya cepat lulus.

Waktu terus berjalan. Detik, menit, hari, minggu, bulan, dan tahun. Sudah 4 tahun berlalu tidak terasa Bunga sudah akan wisuda meninggalkan teman-teman jurusannya. Lulus lebih dahulu dibandingkan teman di jurusan pertamanya bahkan di jurusan bahasa Inggrisnya.

Bunga merupakan mahasiswa kesayangan dosennya sehingga didaulat menjadi asisten dosen. Setelah lulus S1 dipercaya untuk menjadi tenaga pengajar yaitu dosen di Jurusan Bahasa Inggris dan sekolah yang berlabel internasional school. (Sekarang sudah dihapuskan).

Sesuai dengan kata-kata bijak bahwa sukses itu bersama dengan orang-orang pinter, baik, dan jujur. Saat melakukan apapun seolah Tuhan pun berpihak.

Begitu juga dengan Bunga yang akhirnya diterima di salah satu departemen pemerintahl bidang Pendidikan Kejuruan. Sejak bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Bunga melanjutkan ke jenjang pendidikan S2, dan sekarang sedang menempuh S3.

Tugas pekerjaannya di sela-sela studinya berkeliling Indonesia untuk menjalankan tugas. Berpindah-pindah dari satu provinsi ke provinsi lain untuk pendampingan SMK se Indonesia.

Melakukan bimbingan supaya lembaga pendidikan SMK dapat bersaing dan berkualitas. Sehingga meluluskan generasi bangsa yang dapat membangunan negara ini.

Aktivitas kedinasan dan studinya seolah tidak menyurutkan niat mulia Bunga untuk mengabdi pada negara.

Bukanlah hal yang mudah seorang perempuan berpergian secara nasional. Sepi rasanya melakukan apapun sendiri.

KemudianTuhan mengirimkan orang yang dapat menjadi imam untuk menemani hidup Bunga dalam mengabdi. Kemudian ia menikah dengan lelaki yang diyakini mampu membahagiakannya.

Bunga sudah mengikhlaskan sosok laki-laki yang dahulu teman satu jurusan walaupun hanya dikenalnya kurang dari 1 tahun. "Mungkin bukan jodoh" pikir Bunga.

Prinsip hidup Bunga dalam meraih keberhasilan adalah "senyumlah" hanya senyum sang pengobat. Saat lelah tersenyum bahwa lelahnya adalah bukti perjuangannya. Saat sendiri senyumlah bahwa kadang kita harus sendiri. Saat sakit senyumlah, Tuhan menegur kita untuk istirahat.

Menjadi yang terbaik itu membutuhkan perjuangan, yang mengenal medan laga adalah kita bukan orang lain, maka menangkan lah perang kehiduoan untuk kesuksesan hidup.

(Tulisan ini untuk seorang sahabat)

Tangerang, 13 Maret 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali