Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Hakekat Ilmu Dalam Perspektif Islam
Sumber:klik MUSLIM.com

Hakekat Ilmu Dalam Perspektif Islam

Setiap muslim berkewajiban menuntut ilmu sebagaimana sabda Rasulullah SAW

"Menuntut ilmu hukumnya fardhu bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan" (HR. imam Ibu Majah).

Pada dasarnya tidak ada satu orang manusia pun mampu menguasai semua ilmu. Dengan kata lain tidak diharuskan menuntut semua ilmu. Akan tetapi diharuskan menuntut ilmu hal dan perbuatan yang paling utama memeliharanya.

Syaikh Ibrahim bin Islamil dalam kitabnya Syarah Ta'limil Muta'allim menyatakan ilmu hal yaitu ilmu tingkah laku, ilmu keadaan/kondisi, ilmu pengetahuan tentang ilmu yang selalu diperlukan untuk melaksanakan agama. Ilmu ini ada dua yaitu ilmu Ushuluddin dan ilmu Fiqih.

Ilmu Ushuluddin yaitu ilmu yang akan membimbing kehidupan iman dan rohani seseorang sedangkan ilmu fiqih ilmu yang akan membimbing seseorang melakukan perbuatan jasmani dalam menunaikan tugas amanat agama. Fiqih merupakan pengetahuan tentang detail-detail ilmu. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Abu Hanifah ra bahwa fiqih yaitu pengetahuan tentang hal yang berguna dan yang berbahaya bagi diri seseorang. Tiada arti suatu ilmu kecuali untuk diamalkan.

Dengan demikian bagi orang muslim menuntut ilmu sifatnya wajib. Mengapa demikian karena ilmu diperlukan untuk melaksanakan suatu kondisi/apa yang menjadi tugasnya selama hidup di dunia.

Contohnya Shalat adalah kewajiban bagi seorang muslim, maka wajib bagi dirinya memiliki ilmu yang berkaitan dengan shalat sehingga ilmunya tersebut cukup untuk menunaikan kewajiban ibadah sholat secara baik dan benar, Itu perihal agama.

Wajib juga menuntut ilmu sebagai sarana dalam melaksanakan kewajibannya tersebut seperti puasa, zakat harta, haji jika mampu, berdagang, Ilmu akhlak, ilmu-ilmu untuk kebaikan, dan ilmu tingkah laku/polah hati.

Khusus ilmu tentang tingkah laku/polah hati meliputi tawakal, inabah, khosy-yah, dan ridho.

Tawakal merupakan sikap pasrah dan total kepada Allah, inabah yaitu kembali kepada Allah, khosy-yah yaitu sikap takut kepada Allah karena dahsyat ajaibnya, dan ridho yaitu sikap rela menerima qadha dan qadar Allah SWT. Ilmu ini harus dimiliki oleh seorang muslim supaya kepribadiannya tetap terjaga.

Penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan seluruh aktivitas manusia dalam bermuamalat dan berbagai jenis pekerjaan yang dipilih. Seperti halnya guru, kita berkewajiban belajar tentang ilmu bagaimana menjadi guru yang baik.

Setiap orang yang berkecimpung dalam berbagai aktivitas hidup wajib mempelajari ilmunya sebelum melakukan apapun. Adapun tujuannya supaya terhindar dari kemubaziran dan terhindar melakukan perbuatan haram. Melakukan sesuatu atau bukan olah ahlinya malapetaka.

Ilmu itu sangat mulia. Kemuliaan seseorang manusia karena ilmunya. Pembeda antara manusia dengan binatang karena ilmunya, selain keberanian, kekuatan, murah hati, belas kasih sayang, kenekadan, dan lain sebagainya.

Contoh yang sangat kentara kepada Adam selalu orang pertama di dunia yang Allah akan jadikan Khalifah di bumi dimana malaikat dan iblis diminta untuk menyembah Adam, hakikatnya bukan menyembah kepada Adam akan tetapi karena kepemilikan ilmu yang Adam miliki melalui akal dan pikirannya yang Allah telah anugerah kan.

Ilmu itu sangat mulia. Perkara apapun dalam hidup terselesaikan karena ilmu. Dalam menuntut ilmu harus disertai akhlak terpuji seperti dermawan, sopan, berkata-kata baik, menghormati guru, tidak sombong, dan lain sebagainya. Setelah kita mengetahuinya maka kita akan terhindar dari akhlak buruk. Sehingga dapat mengantisipasinya sejak awal. Semuanya karena kita mengetahui mengenai ilmu akhlak.

Menuntut ilmu bagi seorang muslim hukumnya fardhu. Baik fardhu Ain (wajib untuk individu) maupun Kifayah (wajib untuk kolektif). Misalnya dalam Islam meramal itu haram karena telah mendahului keputihan Allah. Hakekat kehidupan Allah yang memutuskan.

Semua tata aturan hidup ada ditangan Allah. Kita sebagai umatnya ikhtiar maksimal disertai dizkir, berdoa, mendekatkan diri, membaca Al Qur'an, dan bersedekah. Memohon ampunan dan kesejahteraan dunia dan akhirat hanya kepada Allah. Tak berhak kita mendahului kehendak-Nya.

Hakekat ilmu adalah kewajiban bagi seorang muslim untuk mempelajarinya. Hidup di dunia sarat dengan goda dan coba. Hendaknya kita tidak lupa diri sebagai manusia dalam melakukan kebermanfaatan di dunia sebagai bekal diakhirat. Jangan sampai apa kita lakukan didunia berbahaya bagi diri kita, membebani kita saat kelak pasca kehidupan. Semoga kita selalu terlindung dari murka Allah SWT dan terhindar dari siksa api neraka. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali