Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Waspada Gempa Bumi Situbondo, Jawa Timur
BMKG

Waspada Gempa Bumi Situbondo, Jawa Timur

Gempa bumi begitu akrab akhir-akhir ini. Berawal dari gempa Lombok di Nusa Tenggara Barat kemudian Gempa Palu, Sigi, dan Donggala di Sulawesi Tengah yang disertai gelombang tsunami.

Akibat gempa bumi menyebabkan rusaknya berbagai bangunan akibat gempa juga disertai gelombang tsunami. Korban jiwa jumlahnya sangat banyak mulai korban luka-luka ringan, berat, hilang, bahkan meninggal dunia.

Kasus gempa bumi Palu, Sigi, dan Donggala merupakan wilayah deretan sirkum pasifik (bagian timur Indonesia). Sedangkan gempa lombok termasuk deretan pegunungan sirkum mediterania (bagian barat Indonesia).

Kedua deretan pegunungan tersebut akibat tabrakan lempeng di zona subduksi antara lempeng Eurasia dengan lempeng Indo-Australia (bagian barat) dan lempeng pasifik (bagian timur).

Khusus pertemuan lempeng Eurasia dengan lempeng Indo-Australia berpotensi gempa bumi dasar laut (busur luar) maupun daratan (busur dalam). Sehingga pada wilayah Maluku-Nusa Tenggara-Bali-Pulau Jawa-Sumatera berpotensi gempa bumi juga tsunami.

Seperti halnya hari ini Kamis, 11 Oktober 2018 telah terjadi telah bumi pada jam 01.44'57" telah terjadi gempa bumi. Kedalaman gempa 10 Km akibat gempa bumi tektonik sesar naik di wilayah Kawasan Situbondo, Jawa Timur dan tidak berpotensi tsunami sebagaimana informasi pihak BMKG.

Lokasi gempa berada di perbatasan antara wilayah Pulau Madura dan Pulau Bali. Lokasi gempa berada pada 7.42 LS -114.47 BT sekitar 61 km timur laut dengan 6,4 magnetudo. Berdasarkan pihak BMKG pola mekanisme gempanya mirip dengan gempa bumi Lombok.

Wilayah yang merasakan gempa bumi yaitu Situbondo dan sekitarnya, Pulau Madura, dan Bali. Gempa sangat berasa menurut warga sekitar. Waktu gempa berlangsung sekitar 3 menit.

Berdasarkan informasi di elektronik terdapat beberapa kerusakan karena kuatnya goncangan gempa. Para warga juga memilih tidur diruang tamu dan luar rumah.

Berdasarkan info BMKG warga harus tetap waspada terhadap potensi adanya gempa susulan. Secara teori magnitudo gempa susulan seharusnya lebih kecil, akan tetapi karena bencana alam potensi gempa bumi tetap harus diwaspadai. Sebagaimana kasus gempa bumi di Palu, Sigi, dan Donggala diawali gempa rendah kemudian gempa susulanya ternyata magintudonya lebih besar, juga bisa saja terjadi.

Warga di sekitar lokasi gempa diharapkan tidak panik dan tetap waspada. Gempa bumi bisa terjadi kapan saja. Hal yang harus dilakukan adalah kesiapsiagaan seandainya gempa susulan kembali terjadi. Semoga saja gempa tersebut adalah gempa terakhir. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Masyaallah, masih ada gempa yg terjadi yah pak guru, smoga masyarakat siap menghadapinya. Barakallah

11 Oct
Balas

Iya bunda, aamiin

11 Oct

Mudah-mudahan tidak ada bencana lagi Dan Kita semua terhindar dari bencana. Amiin.

11 Oct
Balas

Aamiin

11 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali