Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Fingerprint oh Fingerprint
Dokumentasi Penulis

Fingerprint oh Fingerprint

Saat pagi menjelang. Bersiap diri untuk pergi menuju tempat bekerja. Zaman now zaman serba teknologi. Bahkan kehadiran pegawai saja diragukan sehingga muncul kewajiban mengunakan fingerprint yang notabene buatan manusia yang sarat akan kelemahan. Mengaoa saya katakan demikian?. Faktanya ada beberapa kehadiran yang tidak terekam apakah saat datang atau pulang. Sehingga saat rekapitulasi bulanan banyak kehadiran atau ketidakhadiran yang disangsikan validitas datanya.

Kabar burung bertebaran tentang kelemahan fingerprint bahwa semuanya dapat direkayasa. Operator bisa mengatur jika dilakukan masif off line. Lain halnya dengan daring karena langsung tersimpan pada server pusat. Tetapi jika ditempat tugas saya fingerprint adalah segalanya. Data dari fingerprint adalah fakta hukum apakah seseorang disiplin atau tidak. Berpengaruh dengan masalah sanksi yang diterapkan oleh inspektoral jenderal.

Tahun yang lalu saat ada pemeriksaan ada beberapa pegawai masuk kategori indispliner sehingga mendapat teguran dan pembinaan dari tingkat provinsi sampai dengan pihak pusat. Mengganti perihal uang makan yang kelebihan saat dibayarkan karena kesalahan data pada fingerprint. Kesemuanya adalah kebijakan pimpinan, sebagai bawahan ikut saja.

Akhirnya pasca kedatangan pihak inspektorat jenderal, saat fingerprint dijadikan rujukan kedisiplinan para guru dan pegawai mengadakan gerakan sadar fingerprint. Saat masuk kerja atau pulang kerja semuanya berupaya melakukannya tepat waktu. Bahkan banyak guru yang melakukan perekaman data absensi berkali-kali. Saat guru/pegawai izin atau sakit harus ada surat keterangan izin atau surat keterangan dokter. Bahkan ada guru yang membuat kontrol kehadiran diri, masuk jam berapa pulang jam berapa, mengunakan formal langsung yang dibuat oleh guru yang bersangkutan.

Bagi saya sendiri, tidak mau terjebak dengan keadaan bahwa fingerprint seolah-olah adalah tuhan baru. Bagi saya pengingat diri saja, sebagai sumber pembelajaran untuk melakukan perubahan kearah lebih baik. Manusia sebagai makhluk berakal hanya dapat berusaha untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jika masih berkutat dengan masa lalu padahal itu buruk sungguh merugi. Hal yang terbaik adalah melakukan sesuatu pada hari ini harus lebih baik dari sebelumnya. Fingerprint mengapa tidak, syukuri saja sesuai dengan realitas yang ada. Bagaimanakah fingerprint ditempat bapak/ibu?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Balada finger print

08 Feb
Balas

Iya bu Balada finger print buat judul buku keren tuh he..he..terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

08 Feb

Fingerprint oh... Fingerprint... Di tempat saya mah Fingerprintnya rusak, hehehe. Sukses selalu dan barakallah

08 Feb
Balas

Wah jangan beli lagi bu, nanti rusak lagi. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

08 Feb

Di tempat kami tidak ada finger print Pak Mulya..he..he..Selalu sehat dan menginspirasi..Barakallah...

08 Feb
Balas

Alhamdulillah bu Rini. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

08 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali