Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Filosofi Makanan Enak,  Dibuat Dirumah Atau Mendatangi Penjual?
traveling yuk. com

Filosofi Makanan Enak, Dibuat Dirumah Atau Mendatangi Penjual?

Saya tinggal disalah satu kecamatan di Kabupaten Tangerang yaitu kecamatan cisoka. Sebagai orang yang lama tinggal di Jakarta sejak kuliah tahun 1998 s.d 2013. Kemudian pindah tugas ke Tangerang.

Saat di Jakarta, bahkan saya memiliki komunitas penikmat ragam kuliner. Kami rela janjian hanya untuk mendatangi ragam makanan yang legendaris menyebar dari mulut ke mulut, informasi dari media sosial, media cetak, atau elektronik.

Saat saya pindah ke Tangerang pun masih melanjutkan hobi yang sama hunting makanan enak. Semua jenis makanan enak di Tangerang saya sudah inventarisasi.

Berawal dari informasi istri bahwa ada makanan enak di wilayah Cisoka. Ngantrinya bahkan harus memakai nomor antrian. Butuh sekitar 30 menit untuk mendapatkan makanan yang diinginkan.

Saya sangat penasaran sehingga bersama istrimendatangi lokasi. Maklum ketiga putri kami sudah mulai mandiri sehingga bisa ditinggal. Anggap saja saya berdua memanjakan diri mengenang saat pacaran dulu sebelum memiliki anak.

Saat datang ke lokasi saya mengerut dahi. Memesan makanan masyaallah ngantrinya. Tempat parkir yang luas dipenuhi sepeda motor. Antrian mengular untuk memesan makanan. Luar biasa tempat makan menghasilkan penghasilan baru yaitu parkir berbayar Rp. 2000 sekali parkir.

Tempat berjualan adalah sebuah rumah yang memiliki halaman luas yang disulap menjadi tempat berjualan. Padahal tempatnya bukan didepan jalan utama. Jika ingin ke lokasi harus masuk dari jalan utama menuju lokasi.

Saya melihatnya bukan tempat makan akan tetapi rumah yang menjual makanam. Menu makanan sangat sederhana seperti sosis bakar, nuget goreng, dan bakaran seafood. Menu andalannya adalah es cendol durian.

Saya bertanya menu andalan yang membuat antrian panjang. Awalnya saya tidak percaya kenapa hanya untuk sebuah cendol dengan toping durian bisa seramai ini. Setelah membuktikan saya percaya.

Bagi saya cendol durian makanan yang aneh sudah sering di konsumsi saat sedang di Jakarta. Saya memiliki langganan tetap pedagang cendol durian tepatnya didepan Rumah Sakit Polri Soekanto di Kramatjati Jakarta Timur.

Rasa cendol menjadi berbeda karena ada toping durian yang banyak. Sehingga harganya seporsi mencapai Rp.15.000.- cendol legendaris apapun tanpa durian maksimal tidak semahal itu. Harga cendol dengan durian menjadi dua kali lebih mahal dari cendol biasa.

Cendol durian ditempat tinggal saya pun harganya Rp. 15.000.- yang sangai ramai pembeli. Menurut pendapat saya mengapa cendol durian ini begitu ramai karena ada beberapa faktor. Hal ini juga berlaku dengan jenis makanan lain yang berbeda yaitu:

  1. Sudah ada atau belum jenis makanan pada suatu wilayah. Jika belum ada kemudian di jual perdana maka memiliki potensi laris manis dipasaran. Pembeli penasaran untuk mencicipi. Jika enak akan menjadi pelanggan tetap. Kemudian akan bermunculan para pesaing baru dengan jenis makanan yang sama. Jika kualitasnya tidak bisa menyamai maka makanan enak akan tetap eksis jika tidak akan gulung tikar.
  2. Rasa makanan yang enak. Makanan enak adalah adalah suatu keharusan. Pengunjung mencari rasa yang pas dilidah. Rasa enak yang konsisten makan ditempat ataupun dibawa pulang kerumah. Sendiri atau bersama-sama. Kapanpun mengkonsumsinya rasanya tetap enak.
  3. Tempat berjualan yang nyaman. Lokasi berjualan harus senyaman mungkin sehingga konsumen betah dilokasi saat menikmati menu makanan.
  4. Keramahan pelayan tempat makan. Pengunjung adalah raja sehingga harus mendapatkan pelayanan optimal. Senyuman dan sikap yang ramah. Membantu pembeli saat dianggap membutuhkan pelayanan dengan respon yang cepat.
  5. Kebersihan tempat. Kebersihan tempat sangat penting untuk kehygenisan makanan yang disajikan. Selain itu bahan makanan harus berkualitas.

Harga makanan bersifat relatif. Jika makanan khas, rasanya enak, dan tempatnya nyaman dan bersih maka pengunjung akan puas. Berapapun harga makanan pasti akan dibayar apalagi oleh para pencinta kuliner makanan enak.

Makanan enak adalah adalah dambaan setiap orang. Makanan enak bisa dimasak sendiri maupun didapatkan ditempat-tempat tertentu seperti rumah makan.

Idealnya makanan enak dibuat sendiri oleh ibunya anak-anak atau bahkan kepala keluarga. Insyaallah saya juga bisa masak. Mengapa idealnya dirumah? Karena kita bisa menentukan sendiri bahan berkualitas yang digunakan, kebersihan pengolahan makanan, cara memasak, dan menyajikannya. Tapi umumnya karena kesibukan maka sesekali membeli makanan ditempat-tempat makanan enak. Bisa dilakukan secara bersama-sama dengan keluarga. Menciptakan kebersamaan melalui makan bersama.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali