Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya

Emak-emak Zaman Now

Statusnya emak-emak. Kemana-mana tidak lepas dari gawai. Setiap momen tidak terlewatkan. Cepret sana cepret sini. Saat ditanya, buat diunggah di media sosial.

Tak lupa pula saat ada kesempatan, melakukan swafoto. Berhenti sejenak, ambil posisi terbaik. Mengatur mimik wajah. Posisikan kamera di depan wajah cepret. Lalu berhenti sejenak, tekan tombol pada keyboard gawai tanda unggah foto dan menulis status. Tidak lupa tag solmed sesama teman dumay. Lalu berikan serlok posisi saat foto diambil. Hal tersebut dilakukan saat emak-emak sedang sendiri.

Lain halnya jika sedang bersama rekan-rekannya. Seolah dirigen paduan suara. Satu diantara emak-emak akan mengambil komando, "foto-foto disini yuk" cepret sana cepret sini. Berbagai posisi diambil. "Gaya resmi", "Gaya bebas". Wow penuh warna dan ekspresi.

Lalu bagaimana emak-emak saat sedang bersama anak dan suami? Baiknya mengunakan gawai dikurangi. Lihat situasi dan kondisi. Jika akan berfoto/swafoto izin dulu sama sama suami/istri. Lihat moment yang pas akan berfoto bersama. Apakah berfoto dengan suami atau anak-anak atau berfoto bersama.

Saya amati gawai dengan segala fiturnya berbasis online atau offline ada kecendrungan menciptakan budaya egosentris. Seseorang saat asik mengunakan gawainya seolah antisosial. Bahagia dengan keakuannya. Enjoy dengan kesendirianya. Seolah memiliki dunia sendiri. Jika sedang bersama, baiknya nonaktifkan gawai karena kita sedang berada pada kelompok sosial bukan individu.

Itulah realita emak-emak zaman now. Walaupun realita tersebut tidak bisa disama ratakan. Sifatnya hanya kasuistik. Emak-emak gurusianar di blog Gurusiana berbeda. Mencari gambar atau mempotret untuk bahan tulisan. Sama juga cepret sana cepret sini juga. Kadang swafoto juga jadi bahan tulisan dan hasil hasil jepretannya terpampang di Gurusiana. Umumnya itu pula emak-emak. Bapak-bapak juga bukan berarti tidak ada. Itulah realita zaman now, zaman teknologi informasi. Masa revolusi 4.0.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Weh saya juga gemar ceprat cepret pak Mulya, untuk tulisan dan untuk mengabadikan memori suatu tempat tapi ya seperlunya saja Terima kasih inspirasinya untuk lebih bijak berswafoto. Barakallah. Sehat, bahagia dan sukses selalu beesama keluarga.

08 Mar
Balas

He..he.. Ibu Rita artinya bijak dalam cepret cepret. Ibu Rita termasuk intelektual emak-emak. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

09 Mar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali