Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Tidak Ada Doa yang Tertukar atau Ditukar?
Mojok. co

Tidak Ada Doa yang Tertukar atau Ditukar?

Manusia sebagai makhluk ciptaan Yang Maha Kuasa sudah selayaknya bermunajat kepada-Nya. Buat apa melakukan banyak aktivitas jika seorang insan manusia merasa sombong, Hanya mengedepankan ikhtiar berlandaskan akal dan pikiran semata.

Ada restu yang harus dimunajatkan kepada Sang Penguasa Langit dengan lantunan doa-doa. Apakah doa dalam salat atau doa-doa yang dimunajatkan pada waktu khusus atau acara massal bermunajat doa?

Lalu apakah doa bisa dipaksakan? Doa itu permohonan kepada Sang Khalik sehingga hak progratif ada pada Sang Pengabul Doa yaitu Allah Swt. Allah Swt juga maha tahu apakah doa tulus, tertukar, atau dipaksakan.

Akhir-akhir ini ramai mengenai seorang politisi yang membuat puisi dengan judul doa yang tertukar. Pada isi puisi ada istilah makelar doa. Berawal dari adanya pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berkunjung ke pondok pesantren dan minta didoakan. Ternyata doanya tertukar. Video tertukarnya doa ramai menjadi perbincangan dan menjadi viral. Kemudian dua hari berselang ada klarifikasi doa. Klarifikasi ini kemudian memunculkan puisi dari sang politisi.

Terlepas dari kontroversi tersebut kesemuanya terjadi karena banyak pihak yang memanfaatkan momen menjelang pemilu 17 April 2019. Itulah politik saat melakukan banyak upaya menarik masa untuk mendulang suara. Saat ada kesalahan, berbagai upaya klarifikasi dilakukan, pastinya akan dimanfaatkan oleh lawan politik.

Apakah doa bisa tertukar, bisa? Jika yang berdoa diperuntukkan bagi orang lain. Hendaknya siapapun yang akan berdoa sampaikanlah nama-nama yang akan didoakan kepada sang pendoa.

Manusia itu tempatnya khilaf. Sekelas level kyai sekalipun tetap manusia biasa. Itu suatu yang normal. Bahkan Allah Swt saja memakluminya jika seorang imam laki-laki atau perempuan melakukan kesalahan, ada cara untuk mengingatkannya.

Cara komunikasi dengan Sang Pencipta, jika dibawa keranah politik akhirnya menjadi polemik. Terlepas polemik tersebut, yakinlah bahwa di mata Sang Pencipta tidak ada doa yang tertukar. Kehendak-Nya adalah keputusan yang terbaik. Waktu akan menjawab semuanya apakah doa itu benar-benar tertukar atau tidak.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Setuju Pak, doa itu sesuai dengan yang dipanjatkan. Sukses selalu dan barakallah

09 Feb
Balas

Iya bu, semua atas kehendak Allah sepertinya ketika doa tidak tulus ikhlas karena ada udang dibalik bakwan. Semoga doa-doa yang kita panjatkan qobul. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat bu Pipi

09 Feb

Ulasan yang sangat bergizi..Terima kasih Pak Mulya...Semoga selalu sehat dan menginspirasi...Barakallah..

09 Feb
Balas

Terima kasih

09 Feb

Ulasan yang sangat bergizi..Terima kasih Pak Mulya...Semoga selalu sehat dan menginspirasi...Barakallah..

09 Feb
Balas

Iya bu. Doa seharusnya siri saja. Allah maha tahu, kalau sudah polemik saya jengah. Semoga saja segera berlalu. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

09 Feb

Setuju sangat, " waktulah yang akan menjawabnya ". Sehat selalu Pak Mulya.

09 Feb
Balas

Iya pak. Semoga bisa membawa bangsa ini lebih baik. Terima kasih atas apresiasi dan doanya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat pak Kas Pani

09 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali